Kedai Kopi Ghora Hadir di Serang, Tawarkan Rasa Kopi Khas Gunung Slamet

Bagikan :

Kedai Kopi Ghora di kawasan Wisma Perhutani Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.   

PURBALINGGA, EDUKATOR–Anda penyuka minuman kopi? Di Purbalingga, kini hadir sebuah kedai kopi baru bernama Kedai Kopi Ghora. Lokasinya di Wisma Perhutani Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Jika Anda melewati daerah wisata ini, silakan sempatkan mampir. Sabtu malam (16/5/2026), mulai pukul 20.00 WIB, kedai kopi ini melakukan soft opening.

Bersantai sejenak, menikmati kopi khas Gunung Slamet sambil memandang dan menikmati  sejuknya  udara Gunung Slamet 

Barista Kedai Kopi Ghora, Sutikno mengatakan, kedai kopi yang menyajikan kopi asli lereng Gunung Slamet ini hadir sebagai ruang nongkrong baru dengan konsep alam terbuka dan harga terjangkau.

Tikno, barista Kedai Kopi Ghora, sedang meracik kopi hangat rasa kopi khas Gunung Slamet.

Lokasi di Wisma Perhutani dipilih, karena memiliki panorama langsung ke arah Gunung Slamet, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana alam sambil menikmati sajian kopi khas pegunungan.

“Kami ingin menghadirkan tempat ngopi yang nyaman dengan cita rasa kopi asli lereng Gunung Slamet,” ujar Sutikno yang akrab disapa Tikno Ompong kepada EDUKATOR, Sabtu (16/5/2026) sore, menjelang soft opening Kedai Kopi Ghora.

Kedai kopi ini, dijadwalkan buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan kapasitas sekitar 50 pengunjung. Area dalam tersedia enam set meja dengan total sekitar 24 kursi, sementara area teras mampu menampung 26 orang.

Bagian dalam Kedai Kopi Ghora

Sajikan Kopi Lereng Gunung Slamet
Kedai Kopi Ghora menghadirkan berbagai menu minuman berbahan kopi arabika dan robusta asli lereng Gunung Slamet. Beberapa menu andalan di antaranya kopi tubruk, vietnam drip, espresso, V60, dan kopi susu gula aren.

Harga minuman dibanderol mulai Rp 8 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung jenis dan metode seduhan. Kopi tubruk dijual Rp 8 ribu sampai Rp10 ribu, vietnam drip Rp 12 ribu, sedangkan espresso, V60, dan kopi susu gula aren dijual sekitar Rp 15 ribu.

Selain kopi, kedai juga menyediakan menu makanan sederhana seperti mi rebus, mi goreng, kentang goreng, kentang rebus, serta singkong rebus dengan harga rata-rata di kisaran Rp 10 ribuan.

Sutikno menjelaskan, kopi arabika Gunung Slamet memiliki karakter rasa yang khas dibanding kopi dari daerah lain.

“Arabika Gunung Slamet rasanya lebih manis, fruity, dan ada aroma floral khas daerah gunung berapi aktif,” katanya.

Sementara kopi robusta yang ditanam di ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut memiliki cita rasa lebih wangi dan kuat.

“Robusta highland Gunung Slamet punya rasa sedikit asam, lebih gurih, dan aromanya lebih kuat,” tambahnya.

Dorong Petani Kopi Milenial
Kedai Kopi Ghora juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani kopi milenial yang tergabung dalam komunitas Pemuda Tani Sumber Mulya Desa Kutabawa. Saat ini terdapat sekitar 15 petani kopi milenial yang aktif mengembangkan kopi lereng Gunung Slamet.

Selain menjual minuman siap saji, kedai tersebut juga melayani penjualan kopi bubuk arabika dan robusta. Untuk kopi arabika yang sudah disangrai dijual sekitar Rp 350 ribu per kilogram, sedangkan robusta berkisar Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram.

Tak hanya menyediakan kopi, lokasi itu juga melayani penyewaan perlengkapan outdoor dan camping dengan tarif sewa tenda sekitar Rp 50 ribu hingga Rp70 ribu per hari, tergantung kebutuhan pengunjung.

Yuk…. segera merapat ke Kedai Kopi Ghora, menikmati hangatnya minuman kopi, sambil menikmati panorama alam di kaki Gunung Slamet. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Trump ke Beijing, Simbol Berakhirnya Dominasi Tunggal Amerika
kedai2
Kedai Kopi Ghora Hadir di Serang, Tawarkan Rasa Kopi Khas Gunung Slamet
gerabah1
Anak-anak TK Pertiwi Karangsari Belajar Membuat Gerabah
Gemini_Generated_Image_usuf13usuf13usuf
Purbalingga Segera Miliki Sekolah Nasional Terpadu Senilai Rp 250 Miliar
6 murid
Enam Murid SMPN 3 Bukateja Juara Pencak Silat