Purbalingga Segera Miliki Sekolah Nasional Terpadu Senilai Rp 250 Miliar

Bagikan :

*Gratis untuk Semua Kalangan, Sekolah Modern Berbasis STEAMS

Ilustrasi AI

PURBALINGGA, EDUKATOR–Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan nilai investasi mencapai Rp 250 miliar. Hal ini  sebagai langkah strategis meningkatkan mutu dan pemerataan akses pendidikan. Program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu dirancang menjadi sekolah modern terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan.

.Jajaran pejabat Pemkab Purbalingga foto bersama Tim Verifikasi pembangunan SNT, usai gelar  Focus Group Discussion (FGD) , di Ruang Rapat Bupati Purbalingga, Rabu (13/5/2026).

Peluang Purbalingga memperoleh persetujuan dinilai cukup besar. Dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya empat daerah yang mengusulkan pembangunan baru SNT, yakni Purbalingga, Batang, Cilacap, dan Banyumas. Dalam hal ini, SNT berbeda dengan Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., mengatakan seluruh dokumen dan kelengkapan teknis yang dipersyaratkan pemerintah pusat telah dipenuhi dan kini memasuki tahap verifikasi lapangan.

“Dokumen dan kelengkapan teknis sudah cukup dan memenuhi syarat. Kami mohon doa restu seluruh masyarakat agar usulan pembangunan SNT di Purbalingga dapat disetujui pemerintah pusat,” ujarnya.

Tim verifikasi berasal dari Direktorat SMA Kemendikdasmen bersama tenaga ahli sarana prasarana. Mereka didampingi Kepala BBPMP Jawa Tengah Dr. Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si., Wali Wilayah BBGMP, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Kantor Pertanahan ATR/BPN, organisasi perangkat daerah, camat, hingga pemerintah desa dan kelurahan terkait.

Tahapan tersebut dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) hasil verifikasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, S.H., M.H., CFrA., di Ruang Rapat Bupati Purbalingga, Rabu (13/5/2026).

Sekolah Modern Berbasis STEAMS
Usulan pembangunan SNT sebelumnya telah melalui pemeriksaan dan review administrasi lintas kementerian pada 9 Maret 2026. Selanjutnya, tim pusat melaksanakan verifikasi dan validasi lapangan calon lokasi SNT di Purbalingga pada 11–14 Mei 2026.

Verifikasi lapangan

Konsep Sekolah Nasional Terintegrasi disusun pemerintah pusat sebagai pusat pembelajaran modern berbasis STEAMS, yakni Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports.

Sekolah tersebut dirancang memiliki fasilitas berstandar modern seperti smart and green classroom, world-class laboratories, future library and learning commons, teachers’ innovation hub, hingga international sport center.

Gratis Bagi Semua Kalangan
Selain gratis dan terbuka bagi semua kalangan, SNT juga mewajibkan pembelajaran Bahasa Inggris serta menyediakan pilihan bahasa asing lain seperti Mandarin, Jepang, Arab, dan Perancis.

Heru menjelaskan, keberadaan SNT akan menjadi lompatan besar dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Purbalingga.

“Keberadaan SNT akan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di Purbalingga,” katanya.

Operasional Anggaran Rp 32,7 miliar/Tahun Ditanggung Pemerintah Pusat
Nilai investasi pembangunan satu unit SNT diperkirakan mencapai Rp 250 miliar dengan kebutuhan operasional tahunan sekitar Rp32,7 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah pusat.

Lokasi Masih Tahap Verifikasi, Siapkan Lahan 20-30 Hektar
Pemerintah Kabupaten Purbalingga hingga kini belum mengumumkan secara resmi lokasi pembangunan SNT. Namun, pemerintah menyebut lahan yang disiapkan berkisar 20–30 hektare dan saat ini masih dalam proses verifikasi serta validasi teknis oleh pemerintah pusat.

FGD hasil verifikasi dihadiri sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Bakeuda, DPUPR, DLHPKP, BPBD, ATR/BPN, Dindikbud, unsur kecamatan, serta pemerintah desa terkait.

Program Nasional Pemerataan Pendidikan
Dalam dokumen konsep Kemendikdasmen, pembangunan SNT menjadi bagian agenda nasional membangun sekitar 7.000 sekolah terintegrasi di seluruh Indonesia dengan target satu kecamatan satu sekolah.

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola pendidikan nasional.

Sementara secara nasional terdapat 49 kabupaten/kota yang mengusulkan pembangunan baru SNT.

Bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, program tersebut tidak sekadar pembangunan fisik sekolah baru, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, modern, dan setara bagi generasi masa depan.

Perbedaan SNT dan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, berikut perbedaan Sekolah Nasional Terpadu (SNT) dengan Sekolah Rakyat (SR).

Aspek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Sekolah Rakyat (SR)
Pengertian Sekolah modern terpadu yang mengintegrasikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan Sekolah berasrama untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem
Tujuan Utama Meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan berkualitas Memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan
Sasaran Semua kalangan masyarakat Anak dari keluarga kurang mampu
Konsep Pendidikan Berbasis STEAMS dan teknologi modern Berbasis perlindungan sosial dan pembinaan karakter
Sistem Sekolah Terpadu dalam satu kawasan pendidikan Umumnya berbentuk boarding school/asrama
Fasilitas Smart classroom, laboratorium modern, sport center, perpustakaan digital Asrama, makan gratis, kebutuhan dasar ditanggung pemerintah
Bahasa Asing Wajib Bahasa Inggris dan pilihan bahasa asing lain Tidak menjadi fokus utama
Pendekatan Pendidikan unggulan dan global Pendidikan afirmasi sosial
Pembiayaan Ditanggung pemerintah pusat Ditanggung pemerintah
Kementerian Pengelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Sosial bekerja sama dengan kementerian pendidikan
Fokus Pengembangan Teknologi, inovasi, kualitas SDM Akses pendidikan dan kesejahteraan sosial
Status Program Sekolah unggulan nasional Program sosial pendidikan

(Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Trump ke Beijing, Simbol Berakhirnya Dominasi Tunggal Amerika
kedai2
Kedai Kopi Ghora Hadir di Serang, Tawarkan Rasa Kopi Khas Gunung Slamet
gerabah1
Anak-anak TK Pertiwi Karangsari Belajar Membuat Gerabah
Gemini_Generated_Image_usuf13usuf13usuf
Purbalingga Segera Miliki Sekolah Nasional Terpadu Senilai Rp 250 Miliar
6 murid
Enam Murid SMPN 3 Bukateja Juara Pencak Silat