15 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah di Purbalingga, Dindikbud akan Luncurkan “SISIR MAS Digital”

Bagikan :

Anak usia sekolah yang tidak sekolah sedang bekerja di bengkel sepeda.   (Ilustrasi AI/EDUKATOR).

PURBALINGGA, EDUKATOR –Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga akan meluncurkan SISIR MAS Digital (Menyisir Anak Masuk Sekolah) dalam pembukaan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Purbalingga (Jawara Bangga) Tahun 2026,  di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Sabtu (13/6/2026) besok. Inovasi berbasis digital tersebut dihadirkan sebagai langkah nyata menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga Maret 2026 mencapai 15.054 anak.

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal (PNF) Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, S.Pd, mengatakan, SISIR MAS merupakan sistem yang dirancang untuk mempercepat pendataan sekaligus mengembalikan anak putus sekolah ke jalur pendidikan.

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal (PNF) Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, S.Pd. (Dok Pribadi/EDUKATOR)

“SISIR MAS diharapkan mampu mempercepat penanganan anak tidak sekolah secara terintegrasi, sehingga semakin banyak anak kembali memperoleh layanan pendidikan,” ujarnya kepada EDUKATOR di Purbalingga, Jumat (12/6/2026).

Penyebab ATS Dipengaruhi Berbagai Faktor
Data Dindikbud Kabupaten Purbalingga per Maret 2026 menunjukkan terdapat 15.054 Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 7 hingga 18 tahun. Jumlah tersebut terdiri atas 3.429 anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), 3.986 anak putus sekolah (Drop Out/DO), dan 7.639 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan (LTM).

Persoalan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, lingkungan sosial, pernikahan dini, hingga keterbatasan akses pendidikan. Apabila tidak segera ditangani, kondisi itu berpotensi meningkatkan angka pengangguran, kemiskinan, serta menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Data ATS di Purbalingga per Maret 2026

Data juga menunjukkan Kecamatan Mrebet menjadi wilayah dengan jumlah ATS terbanyak, yakni 1.474 anak, disusul Kutasari sebanyak 1.339 anak, Rembang 1.267 anak, dan Karangreja 1.148 anak. Sementara Kecamatan Kalimanah mencatat jumlah paling sedikit, yakni 467 anak.

Sistem Digital Terintegrasi
SISIR MAS Digital dikembangkan sebagai sistem berbasis teknologi yang digunakan untuk mendata, memetakan, memantau, sekaligus mendampingi anak tidak sekolah agar dapat kembali memperoleh layanan pendidikan melalui Program Paket A, Paket B, Paket C maupun bentuk pendidikan nonformal lainnya.

Program ini memperkuat kolaborasi antara Dindikbud, pemerintah desa, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satuan pendidikan nonformal, dunia usaha, hingga masyarakat. Dengan sistem digital, data ATS dapat diperoleh lebih cepat, akurat, dan terintegrasi sehingga proses intervensi menjadi lebih tepat sasaran serta dapat dipantau secara real time.

Dorong Pendidikan yang Inklusif
Melalui inovasi tersebut, Dindikbud Purbalingga menargetkan meningkatnya efektivitas pendataan dan penanganan ATS, meluasnya akses pendidikan nonformal bagi masyarakat putus sekolah, menurunnya angka anak tidak sekolah, serta semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan pendidikan berbasis digital.

Pelaksanaan program dilakukan melalui pembentukan tim efektif, pengembangan aplikasi dan basis data ATS, sosialisasi kepada pemangku kepentingan, pendataan lapangan, DAN pendampingan peserta didik.

Kemudian melalui  implementasi pendidikan nonformal, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.  Juga jejaring dengan pemerintah desa, PKBM, dunia usaha, dan tokoh masyarakat  menjadi bagian penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan kembali belajar.

Dengan hadirnya SISIR MAS Digital, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap tersedia sistem pendataan ATS yang terintegrasi, semakin banyak anak kembali mengenyam pendidikan, dan kualitas layanan pendidikan meningkat.

Harapannya,  terwujud sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing menuju Purbalingga yang maju, mandiri, dan bebas anak tidak sekolah.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

DWI ANITA
15 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah di Purbalingga, Dindikbud akan Luncurkan "SISIR MAS Digital"
ikan jawara pkbm
DPD FKBM Purbalingga Gelar Jawara Bangga 2026
balon1
Mau Nonton Festival Balon Udara di Purwokerto? Catat Ini Tanggalnya
FULAD6
Rudal Vs Anggaran: Iron Dome Yang Paling Mahal Bukan di Langit
FAUZI MERAH
Guru, Berlututlah Sejenak: Ketika Bahasa Tubuh Menjadi Pelajaran Paling Berharga