*Menuju Adiwiyata Nasional

Foto bersama usai pembukaan Gerakan Kopi Idaman di halaman SD Negeri 5 Pengadegan. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR– Gerakan Kopi Idaman (Kolaborasi Pengadegan Hijau dan Budidaya Tanaman) menjadi strategi SD Negeri 5 Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, untuk membangun kepedulian lingkungan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Program tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan sekolah menuju predikat Adiwiyata tingkat nasional.
Kepala SD Negeri 5 Pengadegan, Musriah, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan, program tersebut dirancang tidak hanya untuk menghijaukan lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui keterlibatan murid, guru, orang tua, komite sekolah, perangkat desa, dan masyarakat.
Penyerahan bibit tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah. (Foto: Istimewa/EDUKATOR).
“Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, hijau, sekaligus membangun kepedulian lingkungan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah dan masyarakat,” ujar Musriah.
Gerakan Kopi Idaman dilaksanakan di halaman SD Negeri 5 Pengadegan pada Jumat (20/9/2024). Kegiatan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas murid, guru, komite sekolah, paguyuban orang tua, perangkat desa, serta masyarakat sekitar.
Kolaborasi Menuju Sekolah Adiwiyata
Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan sosialisasi pentingnya budidaya tanaman sebagai bagian dari penguatan budaya peduli lingkungan. Program ini menjadi salah satu langkah nyata SD Negeri 5 Pengadegan dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat tingkat nasional.
Komite sekolah, paguyuban orang tua, perwakilan wali murid, dan Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pengadegan kemudian menyerahkan bibit tanaman secara simbolis kepada pihak sekolah.
Seluruh peserta bergotong royong menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, kopi, hingga tanaman obat keluarga (Toga), kemudian dilanjutkan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
“Dengan menanam berbagai jenis tanaman, kita tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kelestarian alam,” kata Musriah.
Tanaman Jadi Sarana Belajar dan Berwirausaha
Salah satu tanaman yang menjadi perhatian adalah jahe. Selain bermanfaat bagi kesehatan, hasil panennya direncanakan akan diolah menjadi minuman jahe hangat yang menjadi ciri khas sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, tetapi juga memperoleh pengalaman mengolah hasil pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak usia dini.
Ketua Paguyuban Orang Tua Murid SD Negeri 5 Pengadegan, Eti, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami senang bisa ikut berpartisipasi. Semoga tanaman yang ditanam tumbuh subur dan membuat sekolah semakin hijau,” ujarnya.
Duta Adiwiyata Jadi Agen Perubahan
Gerakan Kopi Idaman juga ditandai dengan pengukuhan Duta Adiwiyata yang berasal dari murid-murid berprestasi. Mereka akan mendapatkan pelatihan untuk menjadi agen perubahan melalui penyusunan program lingkungan, sosialisasi kepada teman sebaya, serta mengajak seluruh warga sekolah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Musriah menjelaskan, Kopi Idaman lahir dari keinginan sekolah menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas. Karena itu, sekolah menerapkan pendekatan community-based education dengan melibatkan guru, murid, orang tua, perangkat desa, dan masyarakat dalam setiap kegiatan penghijauan.
Berbeda dengan program penghijauan yang bersifat seremonial, Kopi Idaman dirancang sebagai gerakan berkelanjutan. Selain membudidayakan tanaman bernilai ekonomi, sekolah juga memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendokumentasikan perkembangan tanaman melalui media sosial sebagai bentuk transparansi sekaligus mengajak masyarakat ikut berpartisipasi menjaga lingkungan.
Di akhir kegiatan, Musriah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung Gerakan Kopi Idaman. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya. (Prasetiyo)