Di SDN 1 Tumanggal, Wali Murid Sulap Barang Bekas Jadi Taman Kelas

Bagikan :

*Gotong Royong Saat Libur Sekolah

Taman kelas yang asri hasil karya para wali murid SDN 5 Pengadegan. (Foto: Istimewa/EDUKATOR).

PURBALINGGA, EDUKATOR–Masa libur sekolah dimanfaatkan SD Negeri 1 Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, untuk mempercantik lingkungan sekolah melalui gerakan gotong royong bersama paguyuban wali murid.

Berbekal kreativitas, ban dan galon air mineral bekas disulap menjadi pot bunga berwarna-warni yang menghiasi taman di setiap kelas. Program ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, asri, dan nyaman.

Wali murid SDN 5 Pengadegan antusias bergotong royong membuat taman di depan kelas, saat anak-anak mereka libur sekolah. (Foto: Istimewa/EDUKATOR).

Plt Kepala SD Negeri 1 Tumanggal, Musriah, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan sekolah sekaligus sarana menumbuhkan budaya gotong royong.

“Kami bersyukur para wali murid memiliki kepedulian yang tinggi untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang indah dan nyaman,” kata Musriah kepada EDUKATOR di sela-sela kegiatan gotong royong yang melibatkan wali murid, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan gotong royong itu tidak hanya sehari, namun selama beberapa hari saat masa libur tahun ajaran 2025/2026. Puluhan wali murid secara sukarela bergotong royong membangun taman di depan setiap ruang kelas. Mereka tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga memanfaatkan barang-barang bekas menjadi pot tanaman yang menarik.

Taman kelas yang asri di depan setiap kelas di SDN 5 Pengadegan. (Foto Istimewa/EDUKATOR).

Dihiasi Gambar Doraemon
Ban bekas dan galon air mineral bekas diubah menjadi pot bunga yang dicat warna-warni. Agar semakin menarik, pot-pot tersebut dihiasi gambar karakter Doraemon serta berbagai jenis hewan sehingga mempercantik sudut-sudut sekolah.

Selain membuat pot, para wali murid membawa beragam tanaman dari rumah untuk mengisi taman. Beberapa di antaranya merupakan tanaman langka yang kini mulai sulit ditemukan.

Kehadiran tanaman tersebut tidak hanya memperindah sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi murid tentang keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi Bangun Kepedulian Lingkungan
Musriah menjelaskan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara sekolah dan paguyuban wali murid. Melalui pendekatan yang dibangun, kesadaran orang tua terhadap pentingnya lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan estetis semakin tumbuh.

Para wali murid rela meluangkan waktu libur mereka demi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi putra-putri mereka. Semangat kebersamaan itu menjadi modal penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa upaya menciptakan sekolah yang asri tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan memanfaatkan barang bekas secara kreatif serta melibatkan seluruh warga sekolah, lingkungan yang bersih, indah, dan ramah lingkungan dapat diwujudkan.

“Gotong royong seperti ini diharapkan terus menjadi budaya sehingga sekolah semakin nyaman sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain,” harap  Musriah. (Prasetiyo)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Darah, Minyak, dan Narasi Palsu
WhatsApp Image 2026-07-15 at 09.16
Empat Inovasi Hijau Ubah Wajah SDN 5 Pengadegan
FAUZI007
Guru yang Berhenti Belajar, Ibarat Tukang Kayu dengan Gergaji Tumpul
FULAD6
Dari Hormuz ke Ambang Perang Dunia
IMG_20260714_223634_134
Sepuluh Tahun Menanti, Jalan Beji–Kutasari Diperbaiki