Tim PPK Ormawa BEM Unsoed Tawarkan Pesona Wisata Lereng Slamet “Wikabalung”

Bagikan :

Wikabalung Adventure sebagai salah satu aktivitas wisata untuk menjelajahi kawasan Wikabalung.

BANYUMAS, EDUKATOR–Empat desa wisata di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, dipadukan dalam satu kawasan bernama Wikabalung. Kawasan yang mencakup Desa Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung itu menawarkan perpaduan wisata alam, budaya, kuliner, serta petualangan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Potensi Wikabalung tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Unsoed 2026 pada Senin (10/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan mengembangkan potensi empat desa yang berada di kawasan lereng Gunung Slamet tersebut.

Ikut dalam program itu, Ketua Tim Pengelola PPK Ormawa Unsoed Suryanto, SKM, MSc, dosen pendamping Kunandar Prasetyo, SP, MP dan Ketua PPK Ormawa BEM Unsoed Pamungkas yang juga mahasiswa FISIP serta sejumlah mahasiswa.

Keindahan alam kawasan Wikabalung di lereng Gunung Slamet.

Empat Desa, Saling Melengkapi
Nama Wikabalung merupakan gabungan dari nama empat desa, yakni Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung. Keempat desa tersebut memiliki karakteristik serta potensi yang saling melengkapi.

Penggabungan tersebut tidak hanya menjadi identitas bersama, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata kawasan kepada masyarakat yang lebih luas. Setiap desa memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dirangkai menjadi pengalaman wisata yang lebih beragam.

Kawasan lereng Gunung Slamet memberikan modal alam berupa udara sejuk, bentang perbukitan, pepohonan, persawahan, serta suasana pedesaan yang masih asri. Kondisi tersebut menjadi kekuatan utama Wikabalung untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis pengalaman.

“Wikabalung menyatukan potensi empat desa secara kolaboratif,” ujar Suryanto.

Konsep tersebut memungkinkan wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat pedesaan dan menikmati lingkungan alam yang menjadi bagian dari keseharian warga.

Alam Jadi Daya Tarik Utama
Keindahan alam menjadi salah satu kekuatan Wikabalung. Posisi kawasan di lereng Gunung Slamet menghadirkan bentang alam yang menarik untuk dinikmati wisatawan.

Hamparan persawahan, perbukitan, pepohonan, dan lingkungan pedesaan yang masih terjaga dapat dikembangkan menjadi berbagai aktivitas wisata. Potensi tersebut dapat dikemas menjadi wisata berbasis pengalaman yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi lebih dekat dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Selain panorama alam, kehidupan masyarakat dan kearifan lokal juga menjadi bagian dari potensi wisata Wikabalung. Tradisi serta aktivitas masyarakat dapat dikembangkan sebagai atraksi budaya yang sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada wisatawan.

Pengembangan wisata berbasis budaya juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Masyarakat dapat menjadi pelaku utama yang mengelola sekaligus menjaga potensi budaya yang dimiliki.

Kuliner Lokal Jadi Penguat
Potensi Wikabalung tidak berhenti pada wisata alam dan budaya. Kekayaan kuliner lokal juga dapat menjadi bagian penting dalam pengalaman wisatawan.

Makanan dan produk olahan khas desa dapat dikembangkan sebagai daya tarik sekaligus peluang ekonomi masyarakat. Bahan pangan lokal, cara pengolahan, hingga resep yang diwariskan antargenerasi dapat menjadi cerita yang memperkaya pengalaman wisata.

“Wisata kuliner dapat memperkuat identitas lokal,” katanya.

Pengembangan kuliner sebagai bagian dari paket wisata juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata. Masyarakat dapat menjadi pengelola produk, pelaku usaha, sekaligus pihak yang mempromosikan kekayaan pangan lokal.

Wikabalung Adventure Hadirkan Petualangan
Salah satu aktivitas yang ditawarkan adalah Wikabalung Adventure, yakni kegiatan menjelajahi kawasan desa menggunakan kendaraan jip.

Wikabalung Adventure sebagai salah satu aktivitas wisata untuk menjelajahi kawasan Wikabalung.

Aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan tidak hanya mengunjungi satu destinasi. Wisatawan diajak berkeliling melewati kawasan pedesaan dan lereng Gunung Slamet sambil menikmati pemandangan alam serta aktivitas masyarakat.

“Wikabalung Adventure menawarkan pengalaman wisata berbeda,” ujar Ketua PPK Ormawa BEM Unsoed Pamungkas.

Penggunaan jip juga dapat menjadi sarana untuk menghubungkan berbagai potensi wisata di empat desa dalam satu perjalanan. Konsep tersebut membuat perjalanan menjadi lebih aktif dan eksploratif.

Wikabalung Adventure sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus menciptakan atraksi baru. Potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi.

Masyarakat Jadi Penggerak Utama
Pengembangan Wikabalung diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Berbagai sektor dapat berkembang seiring pertumbuhan aktivitas wisata, mulai dari jasa perjalanan, transportasi, kuliner, produk lokal hingga pengelolaan destinasi. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

Namun, pengembangan tersebut perlu tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Karakter asli desa juga harus dipertahankan agar pertumbuhan pariwisata tidak menghilangkan nilai lokal yang justru menjadi daya tarik Wikabalung.

“Kemajuan wisata harus tetap menjaga lingkungan desa,” kata Pamungkas.

Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, komunitas, pemuda, dan berbagai pihak menjadi penting. Setiap unsur dapat mengambil peran dalam mengelola, mempromosikan, serta mengembangkan potensi kawasan.

Generasi Muda Perkuat Promosi
Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan Wikabalung. Pemanfaatan media digital dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi empat desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Konten mengenai panorama alam, aktivitas masyarakat, kuliner lokal, hingga Wikabalung Adventure dapat dikemas secara kreatif melalui media sosial. Strategi tersebut memungkinkan promosi dilakukan secara lebih luas tanpa kehilangan karakter lokal.

Dengan pendekatan kolaboratif, Wikabalung berpeluang menjadi kawasan wisata yang menghubungkan empat desa dalam satu kesatuan pengalaman. Keindahan alam, budaya, kuliner, dan aktivitas petualangan menjadi modal yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Dari Lereng Slamet untuk Banyumas
Wikabalung pada akhirnya bukan sekadar nama gabungan empat desa. Kawasan tersebut menjadi gambaran potensi kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis kekayaan lokal.

Windujaya, Kalisalak, Baseh, dan Melung memiliki cerita serta karakter masing-masing. Ketika potensi tersebut dipadukan, lahirlah kawasan wisata yang menawarkan pengalaman lebih beragam bagi pengunjung.

“Setiap desa memiliki cerita yang layak diperkenalkan,” ujar Pamungkas.

Melalui pengelolaan yang terarah dan berbasis masyarakat, Wikabalung memiliki peluang untuk berkembang sebagai kawasan wisata yang menarik sekaligus berkelanjutan. Keindahan alam dapat dinikmati, budaya dapat dikenali, kuliner dapat dicicipi, dan petualangan dapat dirasakan dalam satu kawasan di lereng Gunung Slamet.

Pengembangan Wikabalung diharapkan tidak hanya memperkenalkan potensi wisata Banyumas, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama dalam menggerakkan ekonomi melalui sektor pariwisata. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Istana di Jakarta, Komando di Solo? Ketika Pengaruh Politik Mulai Membentuk Pusat Gravitasi Kekuasaan
ChatGPT Image Sep 3, 2026, 07_33_58 PM
PKN STAN Paling Diburu, Pendaftar Tembus 26.960
Sepeda-fest
Yuk....Ikuti Soedirman Bike Festival Berhadiah Total Rp 10 Juta
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.08
Marching Band MTs Negeri Banyumas Siap Ramaikan ETK Kwarda Jateng
tacb
Banjarnegara Segera Ajukan Dua Cagar Budaya Nasional