Perkuat Ketahanan Budaya, Unsoed Dorong Literasi Digital di Desa Suro

Bagikan :

Tim Pusris PKK LPPM Unsoed beserta Kepala Desa dan seluruh peserta pelatihan. (Foto: Dok Tim PkM Pusris PKK LPPM Unsoed/EDUKATOR).

BANYUMAS, EDUKATOR–Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Riset Pancasila, Ketahanan Nasional, dan Ketenagakerjaan LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong penguatan ketahanan budaya melalui literasi digital di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Kegiatan bertajuk “Penguatan Ketahanan Budaya melalui Literasi Digital” tersebut digelar di Aula Balai Desa Suro, Rabu (2/9/2026).

Hariyadi, S.Sos., M.A., Ph.D., selaku penanggung jawab sekaligus ketua pelaksana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan budaya masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Literasi digital penting untuk memperkuat budaya lokal,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti perangkat desa, ibu-ibu warga PKK, pelaku UMKM, dan anggota Karang Taruna. Masyarakat didorong memanfaatkan ruang digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung pengembangan potensi budaya serta ekonomi Desa Suro.

Budaya Lokal Menjadi Kekuatan Desa
Kepala Desa Suro, Sugeng Tiawan, S.Sos., mengatakan Desa Suro memiliki karakter kuat sebagai desa budaya. Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan masyarakat yang masih mempertahankan dan menampilkan budaya lokal.

“Desa Suro merupakan desa yang memiliki kekuatan budaya,” ujarnya.

Menurut Sugeng, semangat melestarikan budaya juga terlihat dalam berbagai kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada perayaan Agustusan sebelumnya, setiap kepala dusun menampilkan beragam bentuk budaya yang berkembang di wilayah masing-masing.

Kegiatan tersebut menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan media digital dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Suro.

Pancasila dan Budaya Tetap Menjadi Pedoman
Kegiatan juga diisi pengenalan Pusat Riset Pancasila, Ketahanan Nasional, dan Ketenagakerjaan (Pusris PKK) LPPM Unsoed yang disampaikan Dr. Rili Windiasih, M.Si.

Ketua Pusat Riset Pancasila, Ketahanan Nasional, dan Ketenagakerjaan (Pusris PKK) LPPM Unsoed yang disampaikan Dr. Rili Windiasih, M.Si.(Foto: Dok Tim PkM Pusris PKK LPPM Unsoed/EDUKATOR).

Rili Windiasih yang juga dosen Sosiologi FISIP Unsoed menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan salah satu kewajiban dosen, yakni pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Pusris PKK LPPM Unsoed kepada masyarakat Desa Suro.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, nilai-nilai Pancasila dan budaya lokal diharapkan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dimanfaatkan secara positif dan bertanggung jawab.

Internet Sehat hingga Promosi Produk Lokal
Materi berikutnya berupa sosialisasi penggunaan internet sehat yang disampaikan Prof. Dr. Shinta Prastyanti, M.A. Peserta diajak memahami penggunaan internet secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Prof. Dr. Shinta Prastyanti, M.A.(Foto: Dok Tim PkM Pusris PKK LPPM Unsoed/EDUKATOR).

Pemahaman tersebut penting seiring semakin besarnya peran media digital dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga memahami cara memanfaatkan ruang digital secara positif,” ujar Prof Shinta Prastyanti, dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed.

Pelatihan Pengambilan Foto dan Video
Selain literasi digital, peserta memperoleh keterampilan praktis melalui pelatihan pengambilan foto dan video produk serta aktivitas pertanian. Pelatihan tersebut disampaikan King Anugrah Wiguna, S.I.Kom., M.A.

King Anugrah Wiguna, S.I.Kom., M.A.(Foto: Dok Tim PkM Pusris PKK LPPM Unsoed/EDUKATOR).

Peserta diarahkan menghasilkan foto dan video yang lebih menarik untuk memperkenalkan potensi desa melalui media digital. Produk UMKM, aktivitas pertanian, hingga kegiatan budaya masyarakat dapat dikemas menjadi konten yang informatif dan menarik.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu masyarakat memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi sekaligus dokumentasi berbagai potensi Desa Suro.

Ruang Digital Jadi Sarana Pelestarian Budaya
Melalui kegiatan tersebut, potensi budaya Desa Suro diharapkan tidak hanya dipertahankan di tengah masyarakat, tetapi juga diperkenalkan melalui ruang digital.

Foto dan video dapat menjadi media untuk mengenalkan tradisi, aktivitas warga, produk lokal, serta berbagai potensi desa kepada khalayak yang lebih luas.

Kegiatan ditutup dengan pelatihan pengambilan foto dan video yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Penguatan literasi digital tersebut diharapkan menjadi langkah untuk menjaga ketahanan budaya sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Desa Suro dalam mengembangkan potensi desa melalui teknologi digital.

Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi. Pemanfaatannya juga dapat membantu menjaga identitas budaya, mengembangkan potensi ekonomi, serta memperkenalkan Desa Suro kepada masyarakat luas.. (*/Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Istana di Jakarta, Komando di Solo? Ketika Pengaruh Politik Mulai Membentuk Pusat Gravitasi Kekuasaan
ChatGPT Image Sep 3, 2026, 07_33_58 PM
PKN STAN Paling Diburu, Pendaftar Tembus 26.960
Sepeda-fest
Yuk....Ikuti Soedirman Bike Festival Berhadiah Total Rp 10 Juta
WhatsApp Image 2026-09-03 at 10.08
Marching Band MTs Negeri Banyumas Siap Ramaikan ETK Kwarda Jateng
tacb
Banjarnegara Segera Ajukan Dua Cagar Budaya Nasional