
WONOGIRI, EDUKATOR — Kandang domba di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, ditata ulang untuk meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mengatasi persoalan limbah. Program tersebut mencakup perancangan ulang kandang dan pengolahan urine domba Dorper menjadi pupuk organik cair (POC) yang bernilai guna.
Penataan ulang atau redesain kandang dilakukan oleh tim Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA) melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tim ini melibatkan dosen dan mahasiswa, yakni Dr. Srie Juli Rachawatie, S.P., M.Si., Drh. Asiah Jamil, M.Si., Dr. Ida Aryati Diyah Purnomo Wulan, S.E., M.H., M.Si., Rismala Destanti Amalia, Anik Puspitawati, dan Anik Puspitasari.
Program yang berlangsung pada Mei hingga November 2026 tersebut menyasar Kelompok Ternak Bagus Rejo Mulyo. Kegiatan ini didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sendangijo.
Kandang Ditata Lebih Nyaman Dan Efisien
Redesain kandang dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan pemeliharaan ternak secara konvensional, seperti sirkulasi udara yang kurang baik, kelembapan tinggi, serta penumpukan kotoran dan urine.
“Kondisi kandang yang kurang optimal dapat mengganggu kenyamanan ternak dan meningkatkan risiko penyakit,” ujar salah satu anggota tim, Dr. Srie Juli Rachawatie.
Menurutnya, Desa Sendangijo memiliki potensi pengembangan domba Dorper yang dikenal memiliki pertumbuhan bobot daging yang baik. Karena itu, perbaikan kandang diharapkan mendukung pemeliharaan ternak yang lebih optimal.
Perancangan ulang kandang difokuskan pada perbaikan sirkulasi udara melalui sistem panggung terintegrasi, pengaturan kemiringan dasar kandang, serta peningkatan efisiensi pemberian pakan.
Kandang juga dilengkapi talang dan pipa paralon di bawah kolong untuk membantu memisahkan kotoran padat dan urine. Dengan sistem tersebut, limbah ternak lebih mudah dikumpulkan dan ditangani.
Urine Domba Diolah Menjadi Pupuk
Selain memperbaiki kandang, tim pengabdian mengembangkan sistem penampungan dan pengolahan urine domba. Limbah yang sebelumnya dibiarkan mengalir kini ditampung untuk difermentasi menjadi pupuk organik cair.
Peternak mendapatkan pelatihan mengenai teknik fermentasi sederhana dengan biaya terjangkau. POC yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan hortikultura yang dikelola Kelompok Wanita Tani setempat.
Produk POC tersebut juga telah diuji di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS).
Pemanfaatan urine domba membuka peluang bagi peternak untuk mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan kandang, POC berpotensi memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
Dilengkapi Mesin Dan Pendampingan
Program pengabdian ini tidak hanya mencakup pembangunan instalasi kandang percontohan, tetapi juga pemasangan mesin pencacah rumput dan timbangan domba. Peternak memperoleh pelatihan pembuatan POC serta pendampingan dalam menjaga sanitasi kandang.
Pendampingan juga mencakup pengelolaan keuangan sederhana. Upaya ini bertujuan membantu peternak mengelola usaha secara lebih tertata, mulai dari pemeliharaan ternak hingga pencatatan keuangan.
Mendorong Peternakan Ramah Lingkungan
Penataan ulang kandang diharapkan memudahkan peternak dalam menjalankan usaha. Sistem pemisahan limbah cair juga membantu menjaga kebersihan lingkungan kandang dan mengurangi bau menyengat.
Pengolahan urine menjadi POC menjadi bagian penting dalam membangun pola peternakan yang lebih berkelanjutan. Limbah peternakan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara sektor peternakan dan pertanian.
Peternak juga didorong memasarkan produk melalui platform lokapasar (marketplace) untuk memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, pengelolaan ternak dan limbah diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi tambahan.
Program tersebut tidak sekadar menghadirkan sarana fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan peternak dalam mengelola kandang, ternak, limbah, dan aspek usaha secara terpadu.
Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada DPPM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan. Apresiasi juga disampaikan kepada LP3M dan pimpinan UNIBA, Pemerintah Desa Sendangijo, serta Kelompok Ternak Bagus Rejo Mulyo.
Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan peternakan rakyat yang mandiri, produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. (Iko)