STIKOM Yos Sudarso Wisuda 87 Lulusan, Tiga Raih Gelar Tanpa Skripsi

Bagikan :

Foto bersama 87 wsudawan STIKOM Yos Sudarso Purwokerto

*Mikha, Wibowo, dan Bernad Lulus Lewat Riset IoT

PURWOKERTO, EDUKATOR –Tiga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso Purwokerto berhasil meraih gelar Sarjana Komputer tanpa menyusun skripsi konvensional. Melalui penelitian berbasis Internet of Things (IoT), mereka menjuarai kompetisi inovasi dan memublikasikan karya ilmiah di jurnal terindeks Sinta 4. Kisah mereka menjadi salah satu prestasi dalam Wisuda XVI Sarjana dan Ahli Madya STIKOM Yos Sudarso Tahun 2026.

Ketua STIKOM Yos Sudarso, Romanus Edy Prabowo, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi kerja keras ketiga mahasiswa tersebut. Ia berharap pencapaian mereka menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan belajar sepanjang hayat.

Ketiga lulusan tersebut adalah Mikha El Charisto Rahardjo, Vincensius Agung Wibowo Joyopranoto, dan Bernaditus Yordan Baraga. Mereka diwisuda bersama 84 lulusan lainnya dalam upacara di Java Heritage Hotel Purwokerto, Senin (19/10/2026).

87 Lulusan dari Empat Program Studi
Wisuda tahun ini meluluskan 87 mahasiswa dari empat program studi. Rinciannya, 45 lulusan Sistem Informasi, 19 Teknik Informatika, 11 Desain Komunikasi Visual, serta 12 Komputerisasi Akuntansi.

Dari seluruh lulusan, 15 mahasiswa meraih predikat cumlaude atau lulus dengan pujian. Mereka terdiri atas tiga lulusan Sistem Informasi, empat Teknik Informatika, dan delapan Komputerisasi Akuntansi.

Predikat tersebut diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik, yakni tidak memperoleh nilai C, memiliki IPK di atas 3,00, dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Empat wisudawan terbaik dari masing-masing program studi juga mendapat penghargaan. Mereka adalah Marsell Stefen Lontaan dari Sistem Informasi dengan IPK 3,94; Mikha El Charisto Rahardjo dari Teknik Informatika dengan IPK 3,99; Vaness Wibowo Sentosa dari Desain Komunikasi Visual dengan IPK 3,74; serta Pratama Bima Yudha Kartika dari Komputerisasi Akuntansi dengan IPK 3,91.

Marsell, Mikha, dan Pratama meraih predikat dengan pujian. Sementara itu, Vaness memperoleh predikat sangat memuaskan.

Riset IoT Mengantarkan Lulus Tanpa Skripsi
Keberhasilan Mikha, Wibowo, dan Bernad berawal dari ketertarikan mereka pada teknologi IoT (Internet of Things, yaitu teknologi yang memungkinkan berbagai perangkat fisik terhubung ke internet untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertukar data secara otomatis.

Ketiga mahasiswa itu berkolaborasi mengembangkan solusi bagi petani hidroponik dan melon, terutama dalam mengelola nutrisi, tingkat keasaman (pH), serta suhu air.

Mereka kemudian mengikuti kompetisi Kreanova (Kreativitas dan Inovasi) Kabupaten Banyumas dan berhasil meraih juara kedua dengan hadiah Rp9 juta. Penelitian yang dikembangkan juga menjadi dasar penyelesaian studi mereka melalui jalur karya ilmiah dan proyek penelitian.

Mikha meneliti kalibrasi dan validasi sensor pH serta TDS meter pada sistem hidroponik otomatis berbasis IoT di Aswana Hidroponik. Wibowo mengembangkan otomatisasi pengaturan pH dan nutrisi tanaman hidroponik berbasis IoT.

Sementara itu, Bernad menyusun penelitian berjudul Konyayur, yakni aplikasi IoT dengan teknologi blockchain untuk menjaga keamanan dan privasi pemantauan sistem hidroponik secara waktu nyata.

Ketiganya tidak hanya menyelesaikan proyek penelitian, tetapi juga menyiapkan dokumentasi teknis dan mengurus kekayaan intelektual karya. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membangun portofolio profesional.

“Kalau kuliah-pulang, kuliah-pulang saja, itu tidak produktif. Kuliah itu harus aktif,” kata Bernaditus, yang akrab disapa Bernad.

Alumni program magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menilai, keterlibatan dalam organisasi, penelitian, dan proyek bersama dosen dapat memperkaya pengalaman mahasiswa.

Persahabatan dan Dukungan Orang Tua
Keberhasilan mereka juga ditopang lingkungan pertemanan yang positif. Bernad, Mikha, dan Wibowo membangun kolaborasi sejak mengerjakan tugas kuliah, termasuk mata kuliah Algoritma dan Sistem Tertanam.

Mereka bahkan membentuk grup WhatsApp bernama Tripple P, singkatan dari “Projekan Pening Palaku”, sebagai sarana berkomunikasi dan mengembangkan berbagai proyek.

Mikha mengungkapkan, mereka kerap bekerja hingga larut malam untuk merakit alat dan menyusun proposal. Saat menyelesaikan proyek Kreanova, ketiganya pernah bekerja tanpa tidur selama dua hari.

Dukungan keluarga turut membantu proses tersebut. Orang tua Mikha menyediakan makanan dan minuman ketika teman-temannya bekerja bersama di rumah. Mikha sendiri pernah mengikuti program magang di ATMI Solo.

Menurut Mikha, pengalaman belajar di STIKOM Yos Sudarso membantunya mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, dan memperluas jaringan pertemanan.

Marsell Aktif Berorganisasi dan Sudah Bekerja
Prestasi lain datang dari Marsell Stefen Lontaan, wisudawan terbaik Program Studi Sistem Informasi dengan IPK 3,94. Ia memiliki pengalaman memimpin Senat Mahasiswa STIKOM Yos Sudarso periode 2025–2026 serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di dalam dan luar kampus.

Berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbatas, Marsell tetap aktif mengikuti perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan, dan pengembangan diri. Ia juga kerap menjadi pembicara publik dalam kegiatan teknologi informasi dan pelatihan manajemen organisasi.

Sebelum diwisuda, Marsell telah bekerja sebagai Account Executive di tvOne Jakarta.

Wisuda XVI STIKOM Yos Sudarso menjadi momentum pengukuhan 87 lulusan sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman organisasi, riset, inovasi, dan keterampilan profesional dapat berjalan beriringan selama masa kuliah. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

Screenshot 2026-10-20 043007
Revitalisasi Nalar Literasi: Pekerjaan Besar di Balik Gedung Sekolah
bangun11
Ayo Belajar Koding Tanpa Komputer dan Internet
WhatsApp Image 2026-10-19 at 14.50
Peringati Bulan Bahasa, Perpustakaan Pelita SMPN 1 Poncowarno Gelar Lomba Literasi
WISUDA STIKOM 2026-12
STIKOM Yos Sudarso Wisuda 87 Lulusan, Tiga Raih Gelar Tanpa Skripsi
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.32
Murid SMPN 3 Satu Atap Rembang Diajak Jelajahi Dunia Digital