Murid SMPN 3 Satu Atap Rembang Diajak Jelajahi Dunia Digital

Bagikan :

Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, Jais Mudin, S.Pd. (duduk) bersama narasumber Eka Setya Budi Nugroho, S.Pd.(Foto: Humas SMPN 3 Satap Rembang/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR – Berada di kawasan pegunungan bukan penghalang bagi SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, Kabupaten Purbalingga, untuk berinovasi. Sekolah ini menggelar kegiatan digitalisasi pembelajaran bertema “Jelajah Dunia Digital” pada 19–20 Oktober 2026 guna membekali murid agar cakap teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, tersebut menjadi langkah nyata sekolah dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital. Sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini, meskipun berada di wilayah dengan tantangan geografis.

Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, Jais Mudin, S.Pd., menegaskan, digitalisasi pembelajaran merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Penguasaan teknologi diharapkan dapat memperluas wawasan dan mempersiapkan murid menghadapi perkembangan zaman.

“Letak sekolah bukan penghalang untuk terus maju,” menjadi pesan yang mencerminkan semangat kegiatan tersebut.

Murid-murid SMPN 3 Satu Atap Rembang antusias mengikuti  digitalisasi pembelajaran bertema “Jelajah Dunia Digital” pada 19–20 Oktober 2026 .(Foto: Humas SMPN 3 Satap Rembang/EDUKATOR)

Bekali Murid Keterampilan Digital dan Etika
Kegiatan bertema “Jelajah Dunia Digital: Mewujudkan Siswa yang Cakap Teknologi dan Siap Menghadapi Masa Depan” ini menghadirkan narasumber Eka Setya Budi Nugroho, S.Pd. Ia memberikan penguatan dan pendampingan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan semakin mengenal dunia digital serta memahami pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar, mengembangkan kreativitas, dan memperluas pengetahuan.

Digitalisasi pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengenalan perangkat dan aplikasi. Murid juga dibekali pemahaman mengenai etika bermedia digital, termasuk kemampuan memilah informasi, menjaga keamanan diri di internet, menghormati orang lain di ruang digital, serta menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut penting agar murid tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan positif.

Keterbatasan Geografis Bukan Penghalang Inovasi
Digitalisasi pembelajaran juga diharapkan mendorong budaya belajar yang lebih aktif, menarik, dan kolaboratif. Dengan dukungan guru, sekolah, dan lingkungan sekitar, teknologi dapat menjadi jembatan bagi murid untuk mengakses pengetahuan yang lebih luas tanpa dibatasi kondisi geografis.

Bagi SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Sekolah ingin menunjukkan bahwa lingkungan pegunungan bukan alasan untuk berhenti belajar dan berinovasi.

Melalui semangat kebersamaan, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang, setiap murid diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan meraih cita-cita.

Kegiatan “Jelajah Dunia Digital” diharapkan melahirkan generasi muda yang cakap menggunakan teknologi, berpikir kritis, kreatif, berkarakter kuat, serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari lereng Gunungwuled, semangat digital terus menyala. Langkah boleh dimulai dari sekolah di pegunungan, tetapi cita-cita dan wawasan harus mampu menjangkau dunia. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

Screenshot 2026-10-20 043007
Revitalisasi Nalar Literasi: Pekerjaan Besar di Balik Gedung Sekolah
bangun11
Ayo Belajar Koding Tanpa Komputer dan Internet
WhatsApp Image 2026-10-19 at 14.50
Peringati Bulan Bahasa, Perpustakaan Pelita SMPN 1 Poncowarno Gelar Lomba Literasi
WhatsApp Image 2026-10-19 at 09.32
Murid SMPN 3 Satu Atap Rembang Diajak Jelajahi Dunia Digital
FULAD6
Disersi Naik 50,9%, Pelanggaran Werving 155%: Alarm bagi Profesionalisme TNI AD