BPBD Semarang Bekali Kader Siaga Bencana SMPN 17 Semarang

Bagikan :

SEMARANG, EDUKATOR–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menggelar program Fasilitasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Aula SMP Negeri 17 Semarang, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan murid tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dalam kondisi darurat.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kota Semarang, Laely Wulandari, S.E., yang hadir langsung bersama sejumlah pemangku kepentingan. Turut hadir Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Yustina Kusumawati, S.Pd., M.Pd., perwakilan Puskesmas Kedungmundu, serta Kelurahan Jangli sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Sebanyak 28 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 12 guru dan tenaga kependidikan serta 16 murid yang berasal dari berbagai organisasi sekolah, seperti Dewan Galang Pramuka, OSIS, dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

“Kami mendukung penuh upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah,” ujar Laely Wulandari.

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keselamatan Warga Sekolah
Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Yustina Kusumawati  menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan kesiapan menghadapi situasi darurat sejak dini.

Melalui program SPAB, peserta dibekali pemahaman mengenai mitigasi bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, serta cara mengurangi risiko ketika terjadi bencana. Kegiatan ini juga dirancang untuk melindungi keselamatan fisik maupun psikologis seluruh warga sekolah.

Selain itu, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia di lingkungan sekolah agar mampu bertindak cepat, tepat, dan mandiri saat menghadapi kondisi darurat.

Jaga Kelangsungan Pendidikan Saat Darurat
Program SPAB tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga menyiapkan sistem yang mampu menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar ketika terjadi bencana.

Dalam pelaksanaannya, perlindungan sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu prioritas. Dengan demikian, aset pendidikan dapat terjaga dari kerusakan yang berpotensi menghambat kegiatan belajar.

Selain itu, sekolah juga didorong memiliki mekanisme pemulihan yang responsif agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan setelah situasi darurat teratasi.

Sinergi Lintas Sektor Bentuk Budaya Sadar Bencana
BPBD Kota Semarang berharap kolaborasi antara legislatif, sekolah, pemerintah kelurahan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dapat melahirkan kader-kader siaga bencana di lingkungan SMP Negeri 17 Semarang.

Keterlibatan aktif murid dari unsur Pramuka, OSIS, dan Paskibra dinilai penting untuk menularkan budaya sadar bencana kepada teman-teman sebaya. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu menjadi agen edukasi sekaligus pelopor kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, BPBD Kota Semarang ingin mewujudkan satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana, sehingga keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan pendidikan dapat tetap terjaga. (Tukijo/Prs)

 

BERITA TERKINI

ikan jawara pkbm
DPD FKBM Purbalingga Gelar Jawara Bangga 2026
balon1
Mau Nonton Festival Balon Udara di Purwokerto? Catat Ini Tanggalnya
FULAD6
Rudal Vs Anggaran: Iron Dome Yang Paling Mahal Bukan di Langit
FAUZI MERAH
Guru, Berlututlah Sejenak: Ketika Bahasa Tubuh Menjadi Pelajaran Paling Berharga
empat karyawan
Rekening Dipakai Transaksi, Eks Karyawan Kedai Tuas Minta Perlindungan Hukum