Gol Bunuh Diri Antar PGRI Banjarnegara ke Final

Bagikan :

BANJARNEGARA, EDUKATOR – Gol bunuh diri kapten PGRI Purwareja Klampok, Nurul Arifin, mengantarkan PGRI Banjarnegara melaju ke final Trofeo PGRI Banjarnegara 2026. Pertandingan semifinal dalam rangka menyemarakkan HUT ke 81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026 di Stadion Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Banjarnegara, Jumat (6/11/2026) itu, tim PGRI Banjarnegara menang tipis 1-0.

Gol penentu kemenangan tercipta menjelang akhir babak pertama. Berawal dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan PGRI Purwareja Klampok, Nurul Arifin bermaksud menghalau bola dengan sundulan. Namun, salah mengantisipasi arah bola membuat sundulannya justru mengarah ke gawang sendiri.

Kiper Andit Setiawan tidak mampu mengantisipasi bola yang masuk ke jaring gawangnya. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol sepanjang pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dominasi Belum Diimbangi Ketajaman
Sejak awal pertandingan, PGRI Banjarnegara tampil lebih dominan. Keunggulan dari sisi taktik dan teknik membuat mereka lebih banyak menguasai permainan. Namun, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang akurat.

PGRI Purwareja Klampok juga sempat memberikan perlawanan. Salah satu peluang terbaik mereka berasal dari tendangan bebas yang hampir membuahkan gol. Bola membentur mistar gawang Muhammad Fadil, kemudian memantul mengenai kepalanya sebelum akhirnya berhasil dikuasai kembali. Gawang PGRI Banjarnegara pun tetap aman.

Dengan kemenangan tersebut, PGRI Banjarnegara berhak melaju ke partai final. Mereka akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara PGRI Pejawaran dan PGRI Punggelan.

Ketua PGRI Cabang Banjarnegara, Teguh Riyanto, mengaku senang atas keberhasilan timnya mencapai final. Namun, ia menilai penampilan para pemain masih perlu ditingkatkan.

“Seharusnya kami bisa menang dengan skor lebih besar,” ujarnya.

Teguh menilai para pemain terlalu berhati-hati ketika membangun serangan sehingga kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. Ia berharap pelatih Suratno dapat memanfaatkan waktu sepekan untuk meningkatkan performa tim, terutama ketajaman dan akurasi tembakan.

“Saya berharap pelatih meningkatkan performa tim,” katanya.

Ia juga berharap PGRI Banjarnegara mampu meraih trofi perdana dalam kompetisi tersebut sekaligus menyuguhkan permainan terbaik pada partai final.

Sportivitas dan Suporter Warnai Semifinal
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono, menyampaikan kepuasannya terhadap penyelenggaraan kompetisi. Menurutnya, seluruh tim telah menunjukkan semangat bertanding dan sportivitas yang baik.

“Kami salut kepada seluruh tim yang bermain sportif,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada suporter PGRI Purwareja Klampok yang hadir dengan membawa berbagai alat musik dan tetabuhan drum band untuk mendukung tim kesayangannya.

Meski timnya harus menelan kekalahan, para suporter PGRI Purwareja Klampok tetap menunjukkan semangat. Mereka bahkan bertahan di tribun seusai pertandingan sambil terus bernyanyi untuk menghibur para pemain.

Sepanjang pertandingan semifinal tersebut, wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning. Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa pertandingan berlangsung relatif tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.

Selain persaingan di lapangan, aksi para suporter turut menjadi daya tarik kompetisi. Dukungan dengan berbagai bunyi-bunyian dan nyanyian mewarnai suasana stadion hingga pertandingan berakhir.(Heni Purwono/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-11-06 at 17.41
BNN Purbalingga Gandeng SMPN 1 Rembang Cegah Narkoba
WhatsApp Image 2026-11-07 at 05.47
Gol Bunuh Diri Antar PGRI Banjarnegara ke Final
82ba7a77009b3e17a843a4c475f57b1a (1)
SMAN 3 Purwokerto Borong 15 Medali Porprov Jateng
WhatsApp Image 2026-11-06 at 15.23
Ribuan Guru Banjarnegara Siap Gelar Apel Akbar
WhatsApp Image 2026-11-06 at 13.25
SIGAP Optimalkan Kebun Benih BBP Banyumas di Batang