*Workshop Hadirkan Narasumber Utama Dr. Lilik Kartika Sari

Sekretaris Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas KAJISKAN) Dr Lilik Kartika Sari bersama pejabat KKP dan peserta workshop di Bogor, 5-7/5/2026.
BOGOR, EDUKATOR–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota melalui peningkatan kualitas data stok sumber daya ikan. Upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Pengkajian Stok Sumber Daya Ikan di Bogor selama tiga hari, Minggu-Selasa (5-7/5/2026) yang menghadirkan Dr. Lilik Kartika Sari, S.Pi., M.Si., Sekretaris Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas KAJISKAN), sebagai salah satu narasumber utama.
Sekretaris Komnas KAJISKAN, Dr. Lilik Kartika Sari yang juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed menegaskan pentingnya menempatkan sains sebagai dasar utama dalam pengambilan kebijakan perikanan.
Menurutnya, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan kelestarian ekosistem laut.
“Keputusan pengelolaan perikanan harus dibangun berdasarkan hasil kajian ilmiah yang kredibel,” katanya.
Workshop diikuti 20 akademisi perikanan dari berbagai perguruan tinggi yang mewakili Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 dan 572. WPPNRI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman, sedangkan WPPNRI 572 mencakup Samudera Hindia di sebelah barat Sumatra hingga Selat Sunda.
Kedua wilayah tersebut merupakan kawasan strategis perikanan tangkap nasional yang memiliki potensi sumber daya ikan besar dan menjadi fokus penerapan kebijakan PIT.
Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan (PSDI) KKP, Syahril Abd Raup, menegaskan bahwa data stok sumber daya ikan memiliki peran krusial dalam tata kelola perikanan nasional. Data yang valid menjadi landasan dalam menentukan status sumber daya ikan, menyusun kebijakan pengelolaan, serta menetapkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB).
“Data yang valid menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Syahril, pengelolaan perikanan yang efektif hanya dapat dilakukan jika didukung informasi ilmiah yang akurat mengenai kondisi sumber daya ikan di setiap wilayah pengelolaan.
Tingkatkan Kapasitas Akademisi
Selama tiga hari pelaksanaan workshop, peserta memperoleh pembekalan komprehensif mengenai metode dan protokol pengkajian stok ikan sesuai standar Komnas KAJISKAN. Materi yang diberikan mencakup teknik pengumpulan data, analisis stok ikan, hingga penerapan metode ilmiah yang digunakan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan perikanan.
Melalui pelatihan tersebut, para akademisi diharapkan mampu melakukan analisis stok ikan secara mandiri dengan pendekatan yang terstandar sehingga menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting karena dapat memperkuat basis data dan kajian ilmiah yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Dukung Perikanan Berkelanjutan
Selain penguatan kapasitas akademisi, KKP juga terus mendorong sinergi dengan berbagai program strategis, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), untuk meningkatkan kualitas pendataan hasil tangkapan ikan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan, KKP optimistis pengelolaan perikanan berkelanjutan dapat terwujud, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia. (Prasetiyo)