Kolaborasi Faperta Unsoed-Ibaraki University Jepang Perkuat Desa Pascabencana

Bagikan :

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P (kanan) bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Internasional Ibaraki University Prof. Tatsuo Sato, Ph.D. 

PURWOKERTO, EDUKATOR–Kolaborasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ibaraki University, Jepang, memperkuat ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana melalui Joint Community Service Program (JCSP) 2026. Kegiatan itu bertema Recovery from Natural Disaster atau Pemulihan Pascabencana Alam.

Program yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Unsoed dengan dukungan International Relations Office (IRO) tersebut berlangsung pada 17–26 Agustus 2026 di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, serta sejumlah lokasi di Kabupaten Banyumas dan kawasan sekitar kampus Unsoed.

Dekan Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., mengatakan, kerja sama Unsoed dan Ibaraki University yang telah berlangsung selama satu dekade tersebut tidak hanya menjadi sarana pengembangan potensi mahasiswa, tetapi juga mendorong kepedulian sosial, pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan nonteknis atau soft skills.

Foto bersama tim Unsoed dan tim dari  Ibaraki University, Jepang

“Selama 10 tahun, berbagai program bersama telah berperan penting dalam mengembangkan potensi mahasiswa,” kata Prof Sakhidin.

Rangkaian JCSP 2026 ditutup melalui Presentasi Laporan Akhir dan Upacara Penutupan di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merangkum hasil pengabdian sekaligus mendengarkan pengalaman mahasiswa dari kedua negara selama mengikuti program.

Selama pelaksanaan, peserta tidak hanya mempelajari kondisi masyarakat dan lingkungan terdampak bencana, tetapi juga mengembangkan berbagai gagasan pemulihan.

Gagasan tersebut mencakup penguatan gotong royong, dukungan sosial, pengembangan pertanian tumpangsari, pemetaan wilayah terdampak, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana berikutnya.

Desa Serang Jadi Ruang Belajar Bersama
JCSP 2026 merupakan pelaksanaan tahun ke-10 kerja sama Unsoed dan Ibaraki University. Program ini melibatkan 13 mahasiswa program sarjana dari Ibaraki University, seorang asisten pengajar yang merupakan lulusan Unsoed, calon doktor Belinda Winona, serta dua dosen pembimbing, yakni Prof. Tatsuo Sato selaku penanggung jawab program dan Asisten Profesor Xiaolan Lin.

Dari Unsoed, sebanyak 10 mahasiswa turut berpartisipasi. Para peserta dari kedua negara menjalani proses pembelajaran dan pengabdian dengan fokus pada persoalan pertanian, lingkungan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Prof. Tatsuo Sato, Ph.D., yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Internasional Ibaraki University, mengatakan, Desa Serang tidak sekadar menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga ruang belajar bersama bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang.

Menurutnya, peserta memperoleh kesempatan memahami kehidupan masyarakat pedesaan sekaligus mempelajari cara membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana.

“Program ini bukan hanya tentang memperoleh informasi dari negara lain, tetapi juga belajar melihat dari perspektif yang berbeda,” ujar Prof. Sato.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi lintas budaya dan bekerja bersama untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Prof. Sato mengapresiasi Unsoed yang selama 10 tahun konsisten mendukung kerja sama kedua perguruan tinggi. Ia berharap hubungan yang telah terbangun dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan bersama.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Unsoed yang telah mendukung kerja sama ini selama 10 tahun,” katanya.

Enam Tim Paparkan Hasil Kegiatan
Pada sesi Presentasi Laporan Akhir, empat tim mahasiswa Ibaraki University dan dua tim mahasiswa Unsoed memaparkan hasil kegiatan serta pengalaman mereka selama mengikuti JCSP 2026.

Presentasi tersebut memperlihatkan beragam perspektif mahasiswa dari kedua negara dalam memahami persoalan masyarakat dan merumuskan upaya pemulihan pascabencana.

Salah satu tim mahasiswa Ibaraki University memaparkan upaya pemulihan masyarakat Desa Serang melalui penguatan gotong royong, bantuan donasi, pengembangan pertanian tumpangsari, serta pemetaan konseptual kawasan terdampak.

Mahasiswa juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat, terutama keterbatasan akses air dan keberlanjutan sektor pertanian.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan dampak, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat.

Karena itu, pemulihan perlu dilakukan secara komprehensif melalui penguatan aspek pencegahan, pendidikan kebencanaan, budaya masyarakat, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

Kemitraan Berkembang Menjadi Persahabatan
Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, mengatakan hubungan Unsoed dan Ibaraki University kini telah berkembang melampaui kemitraan formal antarinstitusi.

Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto

“Kami bukan hanya mitra, tetapi juga teman, bahkan keluarga,” katanya.

Menurut Agus, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun telah mempererat hubungan kedua perguruan tinggi. Program tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperoleh pengalaman internasional.

Peluang kerja sama lanjutan juga terus dibuka, termasuk kesempatan bagi sivitas akademika Unsoed untuk berkunjung dan menjalankan kegiatan di Ibaraki University.

“Karena itu, kami mempersiapkan lebih banyak kolaborasi dengan Ibaraki University,” ujarnya.

Sementara itu, Sakhidin berharap JCSP tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan dan penyampaian laporan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan internasional, meningkatkan kualitas kerja sama, sekaligus menumbuhkan persahabatan berkelanjutan di antara mahasiswa kedua negara.

Kerja sama Unsoed dan Ibaraki University dalam program JCSP, yang sebelumnya berkembang dari kegiatan KKN Internasional, telah berlangsung sejak 2016.

Selama satu dekade, program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa kedua perguruan tinggi untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, membangun karakter, dan mengembangkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

JCSP 2026 sekaligus menjadi penanda 10 tahun perjalanan kemitraan Unsoed dan Ibaraki University. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran internasional. Hal itu  sekaligus sarana menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam membangun desa yang lebih tangguh menghadapi bencana. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

ChatGPT Image Aug 29, 2026, 08_36_02 AM
Aneka Kegiatan Semarakkan Dies Natalis Ke-64 Faperta Unsoed
ChatGPT Image Aug 29, 2026, 07_50_33 AM
PGRI Dorong PPPK Penuh Waktu Jadi PNS Tanpa Melalui Tes
WhatsApp Image 2026-08-28 at 15.04
Tonton Sejarah Nabi, PID Jadi Bioskop Mini di TK-KB IT Permata Hati
WhatsApp Image 2026-08-27 at 16.57
Genza Education Gelar G-Olympiad bagi Murid SD/MI Kelas 4,5 dan 6
FULAD6
Yang Diminta Rakyat Bukan Takhta, Tetapi Keadilan