Mahasiswa S3 Ilmu Akuntansi Unsoed Latih UMKM Desa Srowot

Bagikan :

Foto bersama usai pelaksanaan workshop

BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan literasi keuangan dan digital marketing.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) ini, berlangsung Selasa (10/2/2026). Tujuannya meningkatkan profesionalitas pengelolaan usaha desa,  agar mampu bersaing di era digital.

Penguatan UMKM Melalui Peran Strategis BUMDes
Menurut dosen FEB Unsoed, Rini Widianingsih, SE., M.Acc., Ak. CA.,CTA.,ACPA, kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unsoed dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas UMKM dan BUMDes,” ujar Rini Widianingsih.

Dosen FEB Unsoed, Rini Widianingsih

Pelatihan mengusung tema “Penguatan Literasi Keuangan dan Digital Marketing UKM Desa melalui Peran BUMDes” dan diikuti peserta dari pengurus BUMDes se-Kecamatan Kalibagor serta pelaku UMKM Desa Srowot.

Materi Praktis Keuangan hingga Digital Marketing
Program PKM ini dibimbing oleh Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, SH., SE., MSi., MH., Ak., CA bersama tim pelaksana yang terdiri atas Rini Widianingsih, Achmad Ulin Nuha, dan Novita Setianti dari Jurusan Akuntansi FEB Unsoed.

Dalam pelatihan, peserta memperoleh materi pencatatan keuangan sederhana, penyusunan laporan arus kas dan laba rugi, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, hingga teknik menghitung laba secara praktis. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan strategi pemasaran digital melalui WhatsApp Business, Instagram, dan marketplace.

Menurut Rini yang juga Ketua Laboratorium Pengembangan Akuntansi FEB Unsoed, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui promosi bersama, distribusi produk, serta penguatan branding dan digitalisasi UMKM secara kolektif.

UMKM Didorong Tertib Administrasi dan Go Digital
Rini mengungkapkan bahwa masih banyak UMKM desa yang belum memiliki pencatatan keuangan yang tertib serta belum memanfaatkan pemasaran digital secara maksimal.

“UMKM harus mulai disiplin mencatat keuangan dan berani memanfaatkan platform digital agar mampu meningkatkan omzet dan memperluas pasar,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PKM Tahun 2026 Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unsoed yang mendukung program Kampus Berdampak.

Sinergi Kampus dan Desa Perkuat Ekonomi Lokal
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan BUMDes, FEB Unsoed berharap UMKM Desa Srowot semakin profesional, akuntabel, serta memiliki daya saing tinggi di tengah perkembangan ekonomi digital.

Rini menambahkan, kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun ekosistem usaha desa yang mandiri dan berkelanjutan. (Alief Einstein/Prs)

BERITA TERKINI

Gemini_Generated_Image_xdri4xxdri4xxdri
Persaingan Semakin Ketat, Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Jateng Hanya 40 Persen
stmik1
Mahasiswa STMIK Widya Utama Ikuti KKN Internasional
uajy3
UAJY Perkuat Karakter Mahasiswa Melalui Program Jogja Istimewa
FULAD6
Gaza Belum Usai: Saat Senjata Mereda, Perdamaian Masih Menjauh
pkbm kartika
Ingin Punya Ijazah Resmi Tapi Sibuk Kerja? Yuk....ke PKBM Kartika Pengadegan Saja