Pengguna QRIS di Banyumas Raya Tembus 705.885 Pelaku Usaha

Bagikan :

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny(Nomor dua dari kanan) saat Media Briefing Triwulan III Tahun 2026 di Purwokerto, Selasa (7/7/2026). (Foto: Budi Yuswinanto/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Digitalisasi sistem pembayaran di Banyumas Raya terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, sebanyak 705.885 pelaku usaha pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menerima pembayaran digital menggunakan QRIS.

Jumlah tersebut meningkat 32,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Januari-Mei 2026, volume transaksi QRIS juga mencapai 105,53 juta transaksi dengan nilai Rp 8,42 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny dalam Media Briefing Triwulan III Tahun 2026 yang digelar di Table Nine Resto Purwokerto, Selasa (7/7/2026).

“Penggunaan QRIS terus meningkat seiring semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap transaksi digital,” ujar Christoveny.

Literasi Digital Terus Diperkuat
Christoveny menjelaskan, meningkatnya jumlah pelaku usaha pengguna QRIS tidak terlepas dari berbagai kegiatan edukasi dan perluasan penggunaan sistem pembayaran digital yang dilakukan Bank Indonesia kepada berbagai lapisan masyarakat.

Program tersebut menyasar beragam kalangan, mulai dari lansia, komunitas perempuan perbankan, santri pondok pesantren, anggota Pramuka, peserta pasar murah, masyarakat dalam Program QRIS Ramadan, hingga lebih dari 6.000 peserta kegiatan lari yang berhasil mencatatkan Rekor MURI.

Upaya tersebut juga berdampak pada meningkatnya literasi transaksi digital masyarakat. Survei yang melibatkan 1.995 responden menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap pembayaran digital mencapai 94,97 persen, yang mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem pembayaran digital.

Penurunan Harga Telur
Christovenny juga menjelaskan, penurunan harga telur ayam ras terjadi akibat melimpahnya pasokan yang tidak diimbangi peningkatan permintaan. Kondisi tersebut membuat harga di tingkat peternak terus tertekan sehingga diperlukan upaya diversifikasi pasar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kesejahteraan peternak.

“Dalam situasi pasokan yang melimpah, langkah yang perlu dilakukan adalah membuka pasar baru agar kelebihan produksi dapat terserap dan harga tidak terus menurun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya produksi telur di berbagai daerah memicu kelebihan pasokan sehingga harga jual di pasaran turun menjadi sekitar Rp23.000-Rp25.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.

Karena itu, Bank Indonesia mendorong penguatan jaringan distribusi dan perluasan akses pasar agar hasil produksi peternak dapat terserap secara optimal.

Sebagai contoh, Christoveny menyebut produksi telur ayam ras dari Pondok Pesantren Modern ZIIS (Zamzam Integrated Islamic School) berhasil dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Wijaya Kusuma Pangan Mandiri. Penyerapan tersebut dilakukan melalui skema Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap yang difasilitasi KPwBI Purwokerto.

Kerja sama antardaerah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi surplus produksi sekaligus memenuhi kebutuhan daerah lain.

“BI juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta menghadirkan program-program inovatif guna memperkuat distribusi dan pemasaran produk pertanian maupun peternakan,” katanya.

Ekonomi Banyumas Raya Mengalami Akselerasi
Selanjutnya Christovenny menjelaskan kondisi perekonomian Banyumas Raya yang terus menguat pada Triwulan I 2026.

Pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya tercatat 6,57 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,32 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan upah minimum, pencairan tunjangan hari raya (THR), penyaluran stimulus pemerintah, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama masa libur panjang.

Di sisi lain, berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional, pembangunan infrastruktur, investasi swasta, dan musim panen turut menopang pertumbuhan sektor konstruksi serta pertanian.

Secara sektoral, perekonomian Banyumas Raya masih didominasi industri pengolahan dengan kontribusi sekitar 39 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14 persen, perdagangan 11 persen, serta konstruksi 9 persen.

Inflasi Tetap Dalam Sasaran Nasional
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia melaporkan inflasi di Purwokerto dan Cilacap selama Juni 2026 masih berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen (year on year).

Inflasi tahunan di Purwokerto tercatat 2,79 persen, sedangkan Cilacap mencapai 2,88 persen. Kenaikan harga terutama dipengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi, meningkatnya harga bawang merah akibat terbatasnya pasokan, naiknya harga bawang putih karena biaya impor, serta bertambahnya pengeluaran masyarakat untuk rekreasi selama libur sekolah.

Sementara itu, penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, emas perhiasan, dan sejumlah komoditas hortikultura turut menahan laju inflasi sehingga tetap berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia.

Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Dalam media briefing tersebut, Bank Indonesia Purwokerto juga memperkenalkan rangkaian kegiatan SELARAS (Road to Festival Ekonomi Syariah/FESyar) 2026 yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Kegiatan itu akan diisi seminar, edukasi ekonomi syariah, pameran UMKM halal, business matching pembiayaan dan ekspor, sertifikasi halal bagi UMKM, peluncuran Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), tabligh akbar, serta berbagai kompetisi syariah.

Melalui berbagai program tersebut, Bank Indonesia berharap digitalisasi sistem pembayaran, stabilitas inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat terus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyumas Raya. (Budi Yuswinanto/Prs)

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-07 at 16.07
253 Anggota PMR dari SMP dan SMA se-Banyumas Ikuti YVLC VII di Baturraden
FAUZI PAKAIAN JAWA
Refleksi Sekolah Menyikapi Arus Budaya LGBTQ di Tengah Tumbuh Kembang Remaja
WhatsApp Image 2026-07-07 at 14.31
Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda Diusulkan Jadi Cagar Budaya
WhatsApp Image 2026-07-07 at 15.16
Pengguna QRIS di Banyumas Raya Tembus 705.885 Pelaku Usaha
WhatsApp Image 2026-07-07 at 14.41
Lima Pramuka Garuda Banyumas Raih Juara Tingkat Kwarda Jateng