CILACAP, EDUKATOR–SMP Negeri 1 Maos, Kabupaten Cilacap meneguhkan komitmen penguatan budaya literasi melalui Gelar Literasi “Gangsa Cendekia” , Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun ekosistem literasi sekolah sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai mitra pendidikan, penerbitan, dan komunitas literasi.
Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti murid, guru, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Sejak awal acara, suasana literasi terasa kuat melalui pameran buku koleksi terbaru Perpustakaan Gangsa Cendekia. Pameran ini tidak hanya menjadi etalase karya bacaan, tetapi juga ruang interaksi murid dengan sumber pengetahuan yang relevan.
Kepala SMP Negeri 1 Maos, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi pendidikan masa kini. “Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami dan mengomunikasikan informasi secara kritis,” ujarnya.
Perluas Jejaring Bersama Mitra Strtegis
Agenda utama kegiatan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perpustakaan Gangsa Cendekia dan sejumlah mitra strategis.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Tri Puji Setyawati, S.Pd., M.Pd., bersama perwakilan mitra, yakni Wuri Handayani, S.Pd., M.Pd. (Majalah Cahya Widya), Nurul Maemunah, A.Md. (TBM Semesta Alam), Zaenal Arifin, S.Pd., M.Pd. (CV Dwija Pustaka), Indra Defandra, SIP. (SIP Publishing), dan ARIF IRFAN FAUZI, M.Pd. (Zahra Publisher).
Tri Puji Setyawati menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat layanan perpustakaan dan meningkatkan akses bahan bacaan. “Perpustakaan harus menjadi pusat literasi yang hidup dan produktif,” katanya.
Hibah Buku dan Logo Baru Perpustakaan
Dalam kesempatan yang sama, Komunitas Guru Menulis (K’Gum) Cilacap menyerahkan hibah 67 buku yang diterima langsung oleh pihak perpustakaan. Ketua Umum K’Gum, Sigit Kindarto, S.Pd., M.Pd., menyerahkan bantuan tersebut kepada perpustakaan.
Selain itu, diluncurkan logo baru Perpustakaan Gangsa Cendekia karya Nafngan Fitriansyah yang membawa makna penguatan identitas dan semangat baru literasi sekolah.
Seminar Literasi Digital
Rangkaian kegiatan juga diisi Seminar Literasi bertema “Digital Literacy & Future Skills” yang menghadirkan Duta Literasi Provinsi Jawa Tengah, Bayu Anggoro Putro, S.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya literasi digital di era global.
“Generasi muda harus mampu berpikir kritis, memilah informasi, dan menggunakan teknologi secara bijak,” tegasnya.
Seminar ini turut didampingi Duta Genre Kabupaten Cilacap, Desmitha Sofiyyah Al’afifah dan Arasya Putra Adinaka, yang ikut membangun interaksi aktif dengan murid.
Dorong Budaya Literasi Berkelanjutan
Di sela kegiatan, peserta juga mengunjungi pameran buku yang dikelola Agung Suryo Putro, A.Md.Si. Ia menyebut pameran ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan minat baca murid.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Maos berharap budaya literasi terus berkembang tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak.
“Ini bukti bahwa literasi bisa tumbuh melalui kerja sama, kreativitas, dan semangat bersama,” ujar Sigit Kindarto. (Prasetiyo)