SRE Unsoed Kembangkan Energi Bersih di Kebumen

Bagikan :

*Embung Tanggul Asih jadi Percontohan Desa Mandiri Energi

Pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (PLT-EBT) modular bernama Omnisource Plugin, yang memadukan panel surya, turbin savoniusezoelektrik, dan Thermoelectric Solar Collector (TEG) dalam satu sistem.

KEBUMEN, EDUKATORTim Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Hieren Astara Daya (Astaradaya) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Embung Tanggul Asih, Desa Tugu, Kecamaatn Buayan, Kabupaten Kebumen, Sabtu (23/8/2025). Program ini bertajuk Inovasi Pemanfaatan Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) Multisumber Terintegrasi IoT Berbasis Koperasi.

Melibatkan mahasiswa Unsoed lintas jurusan, kegiatan ini didampingi oleh Yogi Ramadhani (Dosen Teknik Elektro Unsoed), mitra sosial Bhinneka Ceria, serta komunitas Kowara (Komunitas Warga Rantau Kebumen). Dukungan juga datang dari alumni Teknik Elektro Unsoed, Wahyu Triasmoro, melalui PT. Satria Tama Energi.

Kegiatan tersebut bertujuan menjadikan embung sebagai percontohan desa mandiri energi berbasis teknologi ramah lingkungan dan berdaya guna bagi penguatan ekonomi lokal. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (PLT-EBT) modular bernama Omnisource Plugin, yang memadukan panel surya, turbin savoniusezoelektrik, dan Thermoelectric Solar Collector (TEG) dalam satu sistem.

“Teknologi ini diharapkan tidak hanya menyediakan energi bersih, tetapi juga memberi peluang bagi masyarakat untuk mendukung usaha mikro, pengairan pertanian, serta pengembangan ekowisata di kawasan embung,” ujarnya.

Program pengabdian ini, lanjutnya, berlangsung empat bulan dengan tahapan survei, perakitan dan instalasi, pelatihan teknis warga, pembentukan koperasi energi, hingga pendampingan dan monitoring.

Rafi Ashza Sejati, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2022 sekaligus inisiator Astaradaya menegaskan pentingnya peran warga. “Teknologi canggih pada dasarnya harus tepat guna, sederhana, mudah dioperasikan, dan memiliki sistem ekonomi berkelanjutan. Keterlibatan warga adalah kunci keberlanjutan,” ujarnya.

Hasil nyata yang ditargetkan antara lain satu titik modular EBT terstandar, pelatihan teknisi lokal, penyusunan buku panduan koperasi energi, serta penandatanganan MoU dengan Goodstarter.id Universitas Indonesia untuk replikasi ke desa lain.

Selain penyediaan energi bersih, program ini juga fokus pada pemberdayaan ekonomi desa. Energi listrik diharapkan mampu mendukung operasional UMKM pada malam hari, penyediaan pompa irigasi, hingga pengembangan ekowisata edukasi berbasis embung.

Skema pembiayaan kegiatan berasal dari gabungan hibah komunitas, swadaya warga, dan dukungan mitra organisasi. Tim pelaksana juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah desa, sektor swasta, lembaga donor, hingga organisasi non-pemerintah guna memperkuat model desa mandiri energi yang inklusif dan berkelanjutan. (*/Iko)

BERITA TERKINI

padamara3
Kuota Tetap 288, Persaingan Masuk SMAN 1 Padamara Diprediksi Makin Ketat
pensiunan tertipu
Korban Dugaan Penipuan Oknum Bank "Mandiri Taspen" Purwokerto Bertambah, Kerugian Lebih Rp 1,3 Miliar
uin saizu
UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Simak Jadwal dan Syaratnya
NOKKAOS
Parenting Gen Z dan Alpha, Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak
fauzi27
The Onoda Effect: Mengubah Budaya Terlambat Menjadi Integritas Waktu di Sekolah