
PURBALINGGA, EDUKATOR–Perawat di Kabupaten Purbalingga dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital saat ini. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Tuntutan tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan halal bihalal Idulfitri 1447 H, Kamis (26/03/2026), di Pendopo Dipokusumo.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Purbalingga, Suroto, yang mewakili Bupati, menegaskan , perawat memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi menjadi keharusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan.
“Dengan kompetensi yang semakin baik dan terus berkembang ini, diharapkan dapat berdampak positif pada layanan kesehatan yang diberikan,” ujarnya.
Menurut Suroto, transformasi di bidang kesehatan menuntut tenaga medis, khususnya perawat, untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan inovasi yang ada. Adaptasi ini menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap bertugas di tengah suasana libur Lebaran. “Di saat masyarakat menikmati libur, perawat tetap mengorbankan waktu dan tenaga untuk melayani di pos mudik maupun fasilitas kesehatan,” katanya.
2.038 Perawat Siap Dukung Program Kesehatan Daerah
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Purbalingga, Supriyatno, menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sektor kesehatan.
Ia menyebutkan, sebanyak 2.038 perawat yang tergabung dalam PPNI tersebar di berbagai layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga pelayanan di tingkat desa.
“Dengan kekuatan tersebut, kami siap mendukung berbagai program pembangunan kesehatan di Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.
Melalui momentum peringatan HUT ke-52 PPNI ini, diharapkan seluruh perawat semakin profesional, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era digital. (Prasetiyo)