*Untuk Memperkuat Ekosistem Prestasi

Rakor Kurasi Ajang Talenta jenjang SD dan SMP Tahun 2026, di Aula Tut Wuri Handayani Dindikbud Purbalingga, Jumat (24/4/2026).
PURBALINGGA, EDUKATOR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga memperkuat upaya membangun ekosistem prestasi pelajar melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kurasi Ajang Talenta jenjang SD dan SMP Tahun 2026, di Aula Tut Wuri Handayani Dindikbud Purbalingga, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini untuk menyusun sistem penyaringan dan pemilihan siswa terbaik yang akan mewakili Purbalingga dalam berbagai kompetisi hingga tingkat nasional.
Istilah kurasi dalam kegiatan ini berarti proses menyeleksi atau menyaring peserta secara cermat agar siswa yang dipilih benar-benar memiliki kemampuan, kesiapan, dan potensi untuk berprestasi. Dan ajang talenta yang dimaksud meliputi berbagai kompetisi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga lomba literasi, riset, seni, dan keterampilan lainnya.
Rakor tersebut dihadiri berbagai unsur pendidikan, mulai dari bidang Pembinaan SD dan SMP, pengawas sekolah (Korwas), koordinator wilayah kecamatan (Koorwilcam), komunitas guru seperti MGMP dan KKG, organisasi kepala sekolah MKKS dan K3S, hingga tim bina damping MGMP.
Sekretaris Dindikbud Purbalingga, Joko Sumarno, S.Pd M.Pd menegaskan, ajang prestasi siswa kini tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Ajang talenta adalah instrumen membangun ekosistem prestasi. Orientasinya bukan hanya partisipasi, tetapi kualitas capaian,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Seleksi Dilakukan Sejak Awal
Dindikbud menilai tingginya minat siswa mengikuti perlombaan harus diimbangi dengan proses seleksi yang matang. Karena itu, proses kurasi dilakukan sejak tahap awal agar peserta yang dikirim benar-benar siap bersaing.
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Priyanto, S.Pd.M.Pd.I menjelaskan, proses seleksi tersebut mencakup penetapan standar lomba, penyusunan petunjuk teknis, hingga pembentukan dewan juri profesional.
“Kurasi tidak berhenti pada penilaian akhir, tetapi mengawal seluruh proses agar objektif, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Menyesuaikan Standar Nasional
Kepala Bidang Pembinaan SD, Nokman Riyanto, S.Pd.Si, M.Pd menambahkan, sistem seleksi di daerah harus selaras dengan standar nasional agar siswa Purbalingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Jalur Prestasi dan SPMB
Pembahasan juga menyoroti kebijakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), terutama jalur prestasi.
Pengembang Teknologi Pembelajaran, Nur Fidayat, menegaskan bahwa prestasi siswa kini harus dapat dibuktikan secara jelas.
“Prestasi bukan sekadar piagam, tetapi hasil proses yang terverifikasi,” ujarnya.
Peran Guru Sangat Penting
Ketua Forum MGMP-BK, Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I menilai guru memiliki peran penting dalam menemukan potensi siswa sejak dini dan membimbing mereka agar berkembang sesuai bakat masing-masing.
Melalui rakor ini, Dindikbud berharap sistem pembinaan dan seleksi prestasi di Purbalingga semakin kuat sehingga mampu melahirkan siswa berprestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional. (Prasetiyo)