DEWY 3.0 Diluncurkan, Perempuan Purbalingga dan Banjaregara “Go Digital”

Bagikan :

 

Foto bersama usai kegiatan

PURBALINGGA, EDUKATOR — Peringatan Hari Kartini menjadi momentum peluncuran program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di PM Collaboration Centre, Kabupaten Purbalingga, Kamis (23/4/2026). Program hasil kolaborasi Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, BRI Research Institute, dan Pusat Inkubator Bisnis LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini ditujukan untuk mendorong perempuan pelaku usaha mikro dan generasi muda menjadi lebih cakap digital serta memperluas akses pasar.

Perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Rita Damayanti, menilai tingkat digitalisasi UMKM di Indonesia masih perlu ditingkatkan. “Saat ini tantangannya bukan hanya go online, tetapi bagaimana mengoptimalkan ekosistem digital,” ujarnya.

Pada tahap awal, program menyasar 150 perempuan pelaku usaha mikro di Purbalingga, Batur, dan Banjarnegara. Dari jumlah tersebut, 30 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan intensif untuk menjadi mentor komunitas. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pengetahuan digital di lingkungannya.

Bekali Keterampilan Digital Praktis
Peserta dibekali keterampilan mulai dari inovasi produk hingga penggunaan teknologi seperti pencatatan keuangan digital, sistem Point of Sales (POS), serta pemasaran melalui e-commerce dan media sosial.

Selain itu, peserta juga diwajibkan melakukan penilaian mandiri melalui platform https://perempuancerdasdigital.id/  guna mengukur kesiapan digital usaha mereka.

Program ini juga menekankan aspek keamanan dengan edukasi pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual agar tercipta ekosistem usaha yang aman dan inklusif.

Peran Tenaga Ahli dan Kolaborasi
Tenaga ahli dari Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Universitas Jenderal Soedirman,  Dr . Taufik Budhi Pramono, S.Pi, M.Si menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam program ini.

“Pelatihan tidak cukup sekali, perlu pendampingan agar pelaku usaha benar-benar mampu mengimplementasikan teknologi digital dalam bisnisnya,” ujarnya.

Dr . Taufik Budhi Pramono, S.Pi, M.Si (tengah) bersama Kepala Dinas Perdagangan, Usaha Kecil dan  Menengah Kabupaten Purbalingga Agung Widiarto, SE M.Si (kiri).

Kegiatan ini juga dihadiri Project Leader BRI Research Institute Rifqi Nur Sofwan serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Purbalingga Agung Widiarto, bersama akademisi dan pelaku usaha lokal.

Sebagai keberlanjutan, program ini akan menghadirkan Digital Corner, ruang kolaboratif bagi pelaku UMKM untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menerapkan keterampilan digital secara berkelanjutan.

Peluncuran DEWY 3.0 di Hari Kartini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi, sekaligus pendorong transformasi digital di daerah.(Prasetiyo)

BERITA TERKINI

ft unsoed10
Pertama di Jateng, Unsoed Buka Prodi Teknik Pertambangan
jalan sehat
Meriah, Perayaan HUT 70 TK Santa Maria Purbalingga
lum1
Luminor Hotel Purwokerto Hadirkan "All You Can Eat" Favorit
nita triana
Prof. Nita Triana, dari Ciamis Menuju Guru Besar UIN Saizu Purwokerto
FULAD6
Epic Fury: Ketika Saya Menyaksikan Sendiri Teater Diplomasi yang Berulang