
Ilustrasi AI
BANJARNEGARA, EDUKATOR–Dukungan terhadap rencana pendirian Institut Agama Islam (IAI) Banjarnegara terus mengalir. Tidak hanya dari DPRD Banjarnegara, kalangan Generasi Z (Gen Z) yang lahir pada 1997–2012 juga menyambut positif kehadiran kampus baru dengan sistem perkuliahan hibrid, karena dinilai mampu membuka akses kuliah yang lebih mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda di daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Banjarnegara, Sugijen, mengatakan keberadaan IAI Banjarnegara menjadi kabar baik bagi masa depan pendidikan di daerah. Menurutnya, kampus baru tersebut akan memudahkan masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus pergi ke luar kota.
“Dengan adanya kampus ini, masyarakat akan lebih mudah melanjutkan pendidikan tanpa harus kuliah jauh ke luar kota. Kami dari Komisi IV, khususnya saya, sangat mendukung kampus yang akan berdiri di Banjarnegara ini,” ujarnya saat ditemui di Banjarnegara, Jumat (12/6/2026).
Baca juga https://edukator.id/tim-69-dibentuk-iai-banjarnegara-siap-beroperasi-dan-buka-empat-prodi/
Kampus Baru Tingkatkan Akses Pendidikan
Sugijen menilai kehadiran IAI Banjarnegara akan membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan SMA, SMK, maupun masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan S2. Selain mendekatkan akses pendidikan, kampus tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Banjarnegara.
Ia juga mengungkapkan calon Rektor IAI Banjarnegara, Puji Raharjo, merupakan koleganya sejak masa kuliah. Menurutnya, Puji dikenal sebagai aktivis yang memiliki jejaring luas dengan tokoh-tokoh nasional serta memiliki integritas dan semangat pergerakan yang teruji.
Kehadiran Kampus Perkuat Geliat Intelektual
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarnegara, Agus Junaidi. Ia menegaskan bertambahnya perguruan tinggi tidak akan melemahkan kampus yang telah ada, tetapi justru memperkuat geliat intelektual di Banjarnegara.
“Dengan banyaknya kampus, masyarakat akan memiliki banyak pilihan. Apalagi jika biaya kuliahnya murah, bahkan gratis, tentu itu yang kita harapkan. Pendidikan akan menjadikan seseorang hidup lebih berkembang. Saya sangat mendukung keberadaan kampus baru ini,” katanya.
Menurut Agus, semakin mudah akses pendidikan tinggi, semakin besar peluang masyarakat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan melalui pendidikan.
Gen Z Nilai Sistem Hibrid Lebih Fleksibel
Dukungan juga datang dari kalangan Gen Z. Salah satu warga Dieng, Havid Aditama, menilai sistem perkuliahan hibrid yang ditawarkan IAI Banjarnegara menjadi solusi bagi generasi muda, terutama yang tinggal di wilayah pegunungan dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Havid Aditama (kanan) bersama Puji Raharjo
Saat bertemu calon Rektor IAI Banjarnegara, Puji Raharjo, di Bukit Skuter Dieng, Havid mengatakan konsep tersebut memungkinkan mahasiswa tetap tinggal di rumah sekaligus bekerja sambil kuliah.
“Kalau kuliah harus keluar kota dan indekos, terutama bagi anak-anak dari daerah pegunungan utara, tentu tidak banyak yang bisa melanjutkan. Sistem hibrid ini menarik karena mereka tetap bisa tinggal di rumah dan disambi bekerja,” ujarnya.
Pencipta alat detektor suhu embun salju Dieng itu menilai Banjarnegara membutuhkan terobosan baru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi.
Dengan dukungan dari DPRD Banjarnegara dan kalangan Generasi Z, rencana pendirian IAI Banjarnegara diharapkan mampu menghadirkan pilihan pendidikan tinggi yang lebih dekat, fleksibel, dan terjangkau, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mencetak SDM unggul untuk mendukung pembangunan daerah.(Heni Purwono/Prs)