*Dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun

Ilustrasi AI
JAKARTA, EDUAKATOR–Pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 sebesar Rp67 triliun, dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Kebijakan tersebut dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memperbaiki tata kelola program MBG.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penghematan anggaran dilakukan agar penggunaan dana oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program menjadi lebih efektif dan efisien.
“Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah Benahi Pengelolaan Program
Purbaya menegaskan, pemangkasan anggaran tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG. Menurutnya, Presiden Prabowo tengah melakukan pembenahan manajemen dan pola belanja program agar penggunaan uang negara lebih tepat sasaran.
“Tapi nanti bukan Rp335 triliun, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai instruksi Pak Presiden,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak lagi menyalahkan program MBG terkait besarnya anggaran yang digunakan pemerintah.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” ucap Purbaya.
Pemerintah, lanjutnya, tetap membuka berbagai masukan terkait pelaksanaan MBG. Saat ini skema efisiensi terbaik masih dihitung tanpa mengurangi efektivitas pemberian makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Serapan Anggaran Tembus Rp 75 Triliun
Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari pagu awal Rp335 triliun. Program tersebut kini telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat.
Selain itu, sebanyak 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah beroperasi di berbagai daerah untuk mendukung distribusi program.
“Ini program yang bagus, akan kita terus dukung tapi dengan peningkatan efisiensinya nanti ke depan,” tutur Purbaya.
Pemerintah juga mencatat komposisi anggaran MBG tahun 2026 terdiri atas Rp268 triliun dari APBN utama dan tambahan dana sebesar Rp 67 triliun. Total anggaran tersebut tetap lebih besar dibandingkan alokasi MBG tahun 2025 yang mencapai Rp 71 triliun. (Prasetiyo)