
Prof. Ir. Jamrud Aminuddin, S.Si., M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
BANDUNG, EDUKATOR – Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memamerkan tiga inovasi hasil hilirisasi riset dalam konferensi internasional Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO-44) di Hotel Pullman Bandung, Jawa Barat, 20–22 Oktober 2026. Ketiga inovasi tersebut berupa sistem observasi hilal terpadu, drone pemetaan wilayah, dan drone penyemprot untuk mendukung pertanian presisi.
Tim pameran yang dipimpin mantan Ketua Jurusan Fisika Unsoed, Prof. Ir. Jamrud Aminuddin, S.Si., M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., memperkenalkan teknologi terapan tersebut kepada peserta konferensi dan pengunjung dari berbagai negara. Booth Jurusan Fisika FMIPA Unsoed tercatat dikunjungi lebih dari 1.000 orang berdasarkan buku tamu.
Tiga Inovasi untuk Kebutuhan Masyarakat
Prof. Jamrud menjelaskan, keikutsertaan Unsoed dalam CAFEO-44 sejalan dengan tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”. Forum ini menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil riset yang berpotensi menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Inovasi riset harus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Jamrud .
Inovasi pertama yang dipamerkan ialah Moonlight atau Sistem Observasi Hilal Terpadu. Teknologi berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk mendukung proses rukyatul hilal agar lebih terarah, modern, dan terdokumentasi secara akurat.
Inovasi kedua berupa Small Multirotor UAV for Aerial Mapping, yakni drone pemetaan yang mengintegrasikan sistem kendali, kamera beresolusi tinggi, dan analisis aerodinamika. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung pemetaan wilayah secara cepat dan akurat bagi berbagai kebutuhan pembangunan daerah.
Dari sisi penampilan, drone tersebut mampu terbang hingga 46 menit 52 detik tanpa muatan, menjangkau jarak maksimum 14 kilometer, serta mencakup area sekitar 4–5 kilometer persegi dalam satu misi penerbangan.
Inovasi ketiga ialah Drone Sprayer Gerilya-2FU6L4B, yang dikembangkan untuk mendukung pertanian presisi. Tim pengembang menerapkan metode optimasi Conjugate Gradient untuk meningkatkan performa penerbangan dibandingkan versi sebelumnya.
Hasil optimasi menunjukkan penurunan galat dari 12,5 persen menjadi 0,22 persen. Sementara itu, indeks kestabilan terbang (Flight Stability Index) meningkat dari 62 persen menjadi 98 persen. Peningkatan tersebut diharapkan membuat drone lebih andal saat digunakan di medan pertanian yang kompleks.
Prof. Jamrud, yang memiliki hak cipta di bidang pompa air hemat energi dengan aliran sungai sebagai tenaga penggerak, menilai pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan riset dan rekayasa teknologi Unsoed kepada komunitas insinyur internasional.
Dihadiri Insinyur dari Negara ASEAN
CAFEO-44 dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie. Kegiatan ini juga dihadiri Simon Yeong Chin Chow dari Malaysia serta para pimpinan organisasi insinyur dari 11 negara ASEAN.
Dalam sambutannya, Ilham Akbar Habibie menekankan pentingnya peran insinyur dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan mendorong kemajuan teknologi berkelanjutan di Asia Tenggara.
Bagi Jurusan Fisika FMIPA Unsoed, keikutsertaan dalam forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga membuka peluang memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas negara.
Prof. Jamrud menegaskan, partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya Unsoed memperluas dampak hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Hal ini sejalan dengan semangat Jurusan Fisika yang dinamis, FMIPA unggul dan berkarya, serta Unsoed yang merdeka, maju, mendunia, dan berdampak.
Melalui tiga inovasi tersebut, Jurusan Fisika FMIPA Unsoed menunjukkan potensi riset perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan teknologi aplikatif untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pembangunan daerah, dan pertanian berkelanjutan. (Alief Einstein/Prs)