Meningkatkan Hasil Pembelajaran Praktek PJOK dengan Metode Tutor Sebaya.

by -30 Views

Oleh: Jaya Rakhmat, S.Pd

Guru SD Negeri Majasri 1

Kecamatan Ligung

Kabupaten Majalengka

Jawa-Barat

            PENDIDIKAN Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan siswa. Salah satu metode yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran praktik PJOK adalah dengan menerapkan metode tutor sebaya.

            Di SDN Majasari 1, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka,  metode tutor sebaya dapat diimplementasikan dengan membentuk kelompok tutor sebaya yang akan membantu rekan-rekan sekelas dalam pembelajaran PJOK. Contohnya adalah siswa kelas 5 yang mahir dalam teknik dasar olahraga dapat membimbing siswa kelas 3 dalam latihan dan permainan.

            Dalam pembelajaran PJOK, metode tutor sebaya dapat diterapkan dalam berbagai cabang , seperti atletik, senam, olahraga beregu, Olahraga permainan (sepak bola, bola basket, voli, dll.), dan renang.

            Mulyadi (2010) berpendapat bahwa tutor sebaya merupakan seorang peserta didik yang dipilih dan ditugaskan oleh guru untuk membantu murid tertentu yang mengalami kesulitan belajar ataupun belum menguasai materi.

            Ridwan (2016) menjelaskan,  metode tutor sebaya (Peer tutoring) atau tutor teman sejawat adalah sebuah metode pembelajaran dengan bantuan seorang siswa yang kompeten dalam hal ini menguasai materi untuk mengajar siswa lainnya yang belum menguasai.

            Penerapan metode tutor sebaya di SDN Majasari I, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa-Barat, telah memberikan dampak positif terhadap pembelajaran PJOK. Contohnya, siswa yang mahir dalam olahraga tertentu dapat membimbing siswa lainnya dalam teknik dan strategi yang benar.

            Beberapa contoh nyata metode tutor sebaya di SD melibatkan kegiatan seperti latihan kelompok, diskusi tim, dan pemantapan teknik. Siswa yang cakap dalam olahraga atletik, seperti lari, dapat membimbing teman-temannya untuk memperbaiki postur tubuh, teknik napas, dan strategi perlombaan.

            Sebagai contoh, langkah-langkah mengajarkan metode tutor sebaya pada Cabang Atletik

            Identifikasi Siswa Berpotensi:Pilih siswa yang memiliki pemahaman dan keterampilan unggul dalam cabang atletik tertentu.

            Pelatihan Tutor Sebaya:Berikan pelatihan kepada siswa yang akan menjadi tutor sebaya agar mereka dapat efektif membimbing teman-teman mereka.

            Penentuan Materi Pembelajaran:Tentukan materi atau teknik spesifik yang akan diajarkan oleh tutor sebaya kepada siswa lainnya.

            Sesi Pembelajaran Terstruktur:Atur sesi pembelajaran yang terstruktur dengan memfasilitasi tutor sebaya untuk memberikan panduan, memberikan umpan balik, dan melibatkan siswa secara aktif.

            Sementara itu berdasarkan pengamatan penulis, ada kelebihan dan kekurangan metode tutor sebaya. Kelebihannya, siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran; tutor sebaya dapat menyampaikan materi dengan cara yang lebih dimengerti oleh siswa; dan siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial melalui kolaborasi.

Sedangkan kekurangannya, diantaranya tidak semua siswa memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi tutor sebaya.

            Selain itu, jika tutor sebaya memiliki pemahaman yang salah, informasi yang disampaikan kepada siswa lainnya juga dapat menjadi tidak akurat.

            Akhirnya dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya merupakan pendekatan yang potensial untuk meningkatkan hasil pembelajaran praktik PJOK di SDN Majasari I, Ligung, Majalengka. Dengan melibatkan siswa yang memiliki keterampilan olahraga unggul, pembelajaran menjadi lebih interaktif dan relevan. Meskipun memiliki kelebihan, perlu diperhatikan kekurangannya agar penerapannya dapat berjalan secara optimal. Dengan terus mengembangkan dan memperbaiki implementasi, metode tutor sebaya dapat menjadi salah satu cara efektif untuk memajukan pembelajaran PJOK di berbagai sekolah.(*)