Nathan Melaju ke FLS2N Nasional Berkat Ketekunan dan Dukungan Keluarga

Bagikan :

*Juara 1 Fashion Show FLS2N DIY, Buktikan Down Syndrome Bukan Penghalang Berprestasi

Nathan Trysthan Purwadi (paling kanan)  bersama  Angel (kakak, paling kiri)  Ny. Siwi Susilaningrum (ibu, nomer dua dari kiri)  serta  Jaka Purwadi (ayah, nomer dua dari kanan). (Foto: Dok keluarga/EDUKATOR).

YOGYAKARTA, EDUKATOR – Nathan Trysthan Purwadi, remaja penyandang Down syndrome, berhasil mengukir prestasi membanggakan setelah meraih Juara I Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2026 tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cabang Fashion Show, baru-baru ini. Kemenangan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui ketekunan, dukungan keluarga, bimbingan guru, dan lingkungan yang selalu percaya pada potensinya.

Nathan Tryisthan Purwadi (17), berpose jelang Lomba FLS2N 2026 tingkat Provinsi DIY. (Foto: Dok keluarga/EDUKATOR).

Kemenangan itu sekaligus membuktikan bahwa  Down Syndrome bukan penghalang berprestasi.

Kebahagiaan Nathan pecah sesaat namanya diumumkan sebagai juara. Remaja kelahiran 31 Oktober 2008 itu langsung memeluk sang ibu, Siwi Susilaningrum.

“Yeaay… aku menang, Mama!” seru Nathan penuh suka cita kepada ibunya.

Tak lama kemudian, dengan polos ia berkata, “Asiiiik… besok aku beli motor baru!” .

Ucapan spontan itu mengundang tawa orang-orang yang hadir sekaligus menjadi gambaran kebahagiaan tulus atas hasil kerja keras yang telah dijalaninya.

Namun, di balik kemenangan tersebut tersimpan perjalanan panjang sebuah keluarga yang sejak awal memilih melihat potensi, bukan keterbatasan.

Nathan Trysthan Purwadi, berposes di antara dua perempuan.(Foto: Dok keluarga/EDUKATOR).

Bakat Seni Terlihat Sejak Kecil
Nathan merupakan putra kedua pasangan Jaka Purwadi dan Siwi Susilaningrum. Sejak usia sekitar enam tahun, ia telah menunjukkan ketertarikan pada berbagai bidang seni, mulai dari berenang, melukis, menari, bermain drum, hingga menjadi model.

Musik juga menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Nathan menggemari grup-grup K-Pop seperti BTS, Treasure, BIGBANG, iKON, NCT, hingga Sodapop. Musik bahkan menjadi penyemangat ketika semangatnya mulai menurun saat berlatih.

“Musik adalah obatnya,” ujar Siwi kepada EDUKATOR,Sabtu (18/7/2026). .

Ketika ditanya ingin tampil seperti siapa di atas panggung, Nathan menjawab singkat, “Seperti artis K-Pop.”

Menurut sang ibu, passion menjadi kunci perkembangan Nathan. Saat melakukan aktivitas yang disukai, Nathan mampu berkonsentrasi, menikmati proses, dan menjalani latihan tanpa paksaan.

“Ketika melakukan hal yang ia sukai, Nathan bisa fokus, menikmati prosesnya, dan melakukannya dengan sepenuh hati,” kata Siwi.

SLB Menjadi Titik Balik
Perjalanan pendidikan Nathan tidak selalu mudah. Ia sempat bersekolah di sekolah reguler, tetapi kesempatan mengembangkan bakatnya masih terbatas.

Selepas sekolah dasar, Nathan melanjutkan pendidikan di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Di sekolah inilah guru kelasnya, Damar Cahyono, melihat potensi besar yang dimiliki Nathan sebagai model.

Menurut Damar, Nathan memiliki karakter panggung, postur tubuh yang proporsional, serta rasa percaya diri yang baik sehingga potensinya diarahkan ke cabang Fashion Show FLS2N.

Perjalanan prestasinya pun terus meningkat. Pada FLS2N 2025, Nathan meraih Juara II tingkat Provinsi. Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh Juara III Lomba Karya Lukis Disabilitas kategori remaja usia 13–18 tahun dalam rangka Hari Disabilitas Internasional.

Setahun kemudian, Nathan berhasil meningkatkan prestasinya menjadi Juara I FLS2N tingkat Provinsi.

Latihan Disiplin dan Menyenangkan
Kesuksesan Nathan tidak diperoleh secara instan. Di sekolah, ia didampingi guru Rethmawati Utami Putri, Ni Nyoman Fefi Suciarthasih, serta pelatih eksternal yang secara khusus membimbing teknik berjalan di atas catwalk.

Para guru menyesuaikan metode latihan dengan karakter Nathan. Saat konsentrasinya mulai menurun, musik kembali digunakan untuk membangkitkan semangatnya.

Sedikit demi sedikit Nathan mempelajari teknik berjalan, mengatur ekspresi, memperbaiki postur tubuh, menguasai tempo langkah, hingga percaya diri saat berpose di depan juri.

“Nathan tidak hanya berjalan di atas panggung. Ia membawa energi positif yang mampu dirasakan semua orang,” ujar Rethmawati.

Sementara itu, Ni Nyoman Fefi Suciarthasih menilai Nathan memiliki ketahanan fisik yang baik sehingga mampu menjalani latihan secara konsisten. Damar Cahyono pun melihat Nathan memiliki aura panggung yang kuat dan kemampuan improvisasi yang membuat setiap penampilannya tampak alami.

Aktif di Komunitas Perspektif Yogyakarta
Sebelum dikenal sebagai model, Nathan telah lebih dahulu aktif di Komunitas Perspektif Yogyakarta, sebuah ruang kreatif bagi anak-anak difabel.

Di komunitas tersebut, Nathan belajar melukis menggunakan teknik eksplorasi titik. Melalui ribuan titik yang disusun menjadi karya utuh, ia belajar arti kesabaran dan ketekunan.

Ia juga berkesempatan mengikuti berbagai pameran seni yang secara perlahan membangun keberanian untuk menunjukkan hasil karyanya kepada masyarakat.

Bagi keluarga, pengalaman di dunia seni rupa menjadi bekal penting yang kemudian membentuk rasa percaya diri Nathan saat tampil di atas panggung fashion show.

Dididik Mandiri Sejak Kecil
Di rumah, Nathan tidak memperoleh perlakuan istimewa. Orang tuanya membiasakan ia mengerjakan pekerjaan rumah, seperti menyapu, melipat pakaian, merapikan kamar, memasak ketika lapar, membeli makanan sendiri, bahkan belajar mengendarai sepeda motor.

Bagi Siwi, kemandirian merupakan bekal terpenting yang harus dimiliki anaknya.

“Kami menyadari Nathan adalah anak berkebutuhan khusus. Tetapi bukan berarti kami harus mengasihaninya dengan membantu semua pekerjaannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga tidak pernah membedakan pola pengasuhan Nathan dengan kakaknya. Yang berbeda hanyalah cara mendampingi sesuai kebutuhannya.

Pada masa persiapan menuju FLS2N, halaman rumah mereka bahkan disulap menjadi arena latihan catwalk. Video latihan yang dikirim guru diputar berulang-ulang agar Nathan dapat menghafal setiap gerakan.

“Pernah lelah. Tetapi ketika melihat semangat Nathan belajar, rasa lelah itu hilang,” kata Siwi.

Nathan Thysthan Purwadi bersama keluarga, dalam sebuah perjalanan wisata.(Foto: Dok keluarga/EDUKATOR).

Dukungan Keluarga dan Guru
Ayah Nathan, Jaka Purwadi, yang bekerja sebagai pelaut, mengaku tidak selalu dapat mendampingi putranya secara langsung. Meski demikian, ia terus memberikan motivasi agar Nathan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan percaya diri.

“Bagi saya, keberaniannya tampil di atas panggung sudah merupakan sebuah kemenangan,” ujar Jaka.

Dukungan juga datang dari sang kakak, Angel, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Menurut Angel, kehadiran Nathan mengajarkannya arti syukur dan pentingnya saling mendukung dalam keluarga.

Siap Mewakili DIY di Tingkat Nasional
Setelah meraih Juara I FLS2N tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta cabang Fashion Show, Nathan Trysthan Purwadi berhak mewakili DIY pada FLS2N tingkat nasional. Jadwal pelaksanaan tingkat nasional masih menunggu pengumuman resmi dari penyelenggara.

Bagi keluarganya, target utama bukan sekadar meraih gelar juara di tingkat nasional. Siwi berharap kelak Nathan mampu hidup mandiri, memiliki usaha sendiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang Down syndrome lainnya.

“Prestasi tentu menjadi kebanggaan. Tetapi keberhasilan sejati adalah ketika Nathan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, bermanfaat bagi orang lain, dan merasa dirinya berharga apa adanya,” tuturnya.

Perjalanan Nathan membuktikan bahwa prestasi tidak semata-mata ditentukan oleh bakat, tetapi juga lahir dari ketekunan, dukungan keluarga, bimbingan guru, dan kerja keras yang konsisten. Kisah Nathan menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,  apabila mendapat dukungan dan lingkungan yang positif.. (Harta Nining Wijaya/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-19 at 15.16
Memprihatinkan, Penyalahguna Narkoba Mayoritas Anak Usia Sekolah
FAUZI PAKAIAN JAWA
Membangun Karakter melalui Lingkungan Sekolah
WhatsApp Image 2026-07-19 at 11.32
Nathan Melaju ke FLS2N Nasional Berkat Ketekunan dan Dukungan Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-19 at 12.15
Sambut 98 Warga Belajar Baru, PKBM Cakra Gelar MPLS
wonogiri
PGRI Wonogiri Ajak PPPK dan PPPK Paruh Waktu Ikut Daspen