Selangor Tertarik Sistem Sampah Banyumas, Siap Kerja Sama

Bagikan :

*Bahas Transfer Teknologi dan Peluang Investasi Persampahan

Chief Executive Officer (CEO) KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli (kiri) bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. (Foto: Prokompim Setda Banyumas/ EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Pengelolaan sampah Kabupaten Banyumas kembali menarik perhatian internasional setelah rombongan dari Selangor, Malaysia, datang untuk belajar langsung sekaligus menjajaki kerja sama teknologi dan investasi di sektor persampahan, Rabu (15/4/2026).

Kunjungan yang dipimpin Chief Executive Officer (CEO) KDEB Waste Management Selangor, Dato Ramli, bersama PT Gibrig Indonesia Bersih itu diterima Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Ruang Joko Kaiman.

KDEB merupakan singkatan dari Kumpulan Darul Ehsan Berhad, yakni perusahaan milik pemerintah Negeri Selangor yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pengelolaan sampah.

Tertarik Sistem Berbasis Komunitas
Dalam pertemuan tersebut, Dato Ramli menyampaikan ketertarikan terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diterapkan di Banyumas. Model desentralisasi hingga tingkat desa dinilai efektif dan relevan untuk diterapkan di Selangor.

“Model di Banyumas ini sangat baik untuk meningkatkan pengelolaan sampah di kampung-kampung kami,” ujarnya.
Ia juga menilai penggunaan mesin pengolah sampah di tingkat lokal sebagai solusi efisien yang dapat diterapkan di wilayahnya.

Arah Kerja Sama Teknologi
Kunjungan ini menjadi langkah awal pembahasan kerja sama antara kedua pihak. Rencana yang dibahas mencakup transfer teknologi mesin pengolahan sampah, pembelajaran sistem manajemen berbasis kampung, hingga penyusunan Nota Kesepahaman (MoU).

Selain kerja sama antarpemerintah, kolaborasi juga diarahkan pada skema business to business (B2B) dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah.

Banyumas Bangkit dari Krisis Sampah
Bupati Banyumas Sadewo menegaskan bahwa keberhasilan daerahnya tidak diraih secara instan. Ia mengingatkan bahwa Banyumas pernah mengalami krisis sampah pada 2018.

“Saat itu sampah di mana-mana, bahkan tempat pembuangan ditutup karena penolakan warga,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran besar, mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar per tahun, guna membangun sistem pengelolaan yang lebih efektif.

Kembangkan Konsep Zero Waste to Money
Bupati Sadewo menjelaskan bahwa pendekatan Banyumas tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga penciptaan nilai ekonomi melalui konsep zero waste to money.

“Saya ingin sampah hilang sekaligus menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Dalam rencana kerja sama, terdapat peluang investasi pada produksi palet limbah untuk material lantai, pengolahan plastik menjadi produk seperti ember, serta ekspor hasil olahan ke Malaysia.

Lanjutan Kerja Sama Internasional
Pertemuan ini merupakan kelanjutan komunikasi yang telah terjalin sebelumnya. Delegasi Selangor tercatat beberapa kali mengunjungi Banyumas, sementara Pemerintah Kabupaten Banyumas juga pernah diundang ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. (Prasetiyo)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

usriyah
Pembiasaan Pagi di MTs Ushriyyah Bangun Karakter Murid Islami
bimtek 05
115 Guru di Purbalingga Ikuti Bimtek Digitalisasi Pembelajaran
babakan1
MIM 1 Babakan Gelar "Cooking Class" di RM Almaz
FULAD6
Blokade AS, Bom Waktu yang Mengancam Perdamaian Global
Gemini_Generated_Image_x6c048x6c048x6c0 (1)
Puan Soroti Nasib Guru Honorer yang Minim Kesejahteraan