253 Anggota PMR SMP dan SMA se-Banyumas Ikuti YVLC VII di Baturraden

Bagikan :

Peserta Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyumas.(Foto: Prokompim Setda Banyumas/EDUKATOR)

BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 253 peserta dari 127 unit Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Banyumas mengikuti Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyumas, selama tiga hari, Selasa-Kamis (7–9/7/2026), di Taman Langit Baturraden.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono foto bersama tamu undangan dan peserta YVLC.  (Foto: Prokompim Setda Banyumas/EDUKATOR).

Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul” itu, sebagai ajang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan relawan muda.

Saat membuka kegiatan, Selasa (7/7/2026), Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh peserta menjadi generasi perubahan yang memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan.

Menurutnya, YVLC bukan sekadar perkemahan, melainkan wahana pendidikan kepemimpinan yang dirancang untuk membentuk anggota PMR menjadi relawan muda yang tangguh, berkarakter, serta siap mengabdi kepada masyarakat.

“YVLC bukanlah acara biasa. Ini adalah medan latihan kepemimpinan,” ujar Sadewo.

Suasana pelaksanaan YVLC di Taman Langit Baturraden di Desa Kebumen,Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. (Foto: Prokompin Setda Banyumas/EDUKATOR)

Ia mengatakan dunia saat ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari krisis iklim, pandemi, bencana, kesenjangan sosial, hingga disrupsi teknologi. Karena itu, dibutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian, keberanian, dan kesiapan membantu sesama.

Sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, lanjutnya, anggota PMR memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tiga Pesan dari Bupati Sadewo
Bupati Sadewo juga menitipkan tiga pesan kepada seluruh peserta. Pertama, membangun jiwa kepemimpinan sejak dini dengan berani mengambil tanggung jawab serta memulai dari hal-hal sederhana, seperti disiplin belajar, membantu teman, dan menginisiasi kegiatan positif di sekolah.

Kedua, menumbuhkan kepedulian dan ketangguhan sebagai bekal menghadapi kehidupan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga kemampuan membantu sesama dan menghadapi berbagai tantangan.

Ketiga, menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Meski berasal dari sekolah dan latar belakang yang berbeda, seluruh peserta dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan.

Bukan Generasi Rebahan
“Kalian bukan generasi rebahan, tetapi generasi perubahan. Kalian bukan penonton masa depan, melainkan pelaku peradaban,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Banyumas beserta seluruh relawan yang terus membina generasi muda melalui berbagai kegiatan kepalangmerahan.

Membentuk Pemimpin Muda dan Relawan Tangguh
Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan YVLC merupakan salah satu program strategis PMI untuk mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, karakter kemanusiaan, kemampuan berorganisasi, serta semangat kerelawanan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan memimpin, tetapi juga membangun integritas, empati, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama antarpeserta. Selain itu, YVLC menjadi sarana memperkuat jejaring PMR antarsekolah sekaligus menyiapkan kader penerus organisasi.

Berbagai Kegiatan
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran dengan pendekatan experiential learning, yaitu belajar melalui pengalaman secara langsung. Berbagai kegiatan disiapkan untuk mengasah kemampuan berpikir, bekerja sama, dan memimpin, mulai dari diskusi, simulasi, dinamika kelompok, hingga praktik lapangan.

Peserta juga memperoleh materi kepemimpinan dari narasumber Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Universitas Jenderal Soedirman, dan PMI Banyumas.

Selain itu, mereka mendapatkan pelatihan kepalangmerahan yang meliputi pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, perawatan keluarga, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta uji kecakapan PMR sebagai evaluasi kompetensi peserta.

YVLC VII juga menjadi momentum regenerasi organisasi melalui pemilihan Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas beserta koordinator FORPIS korwil masa bakti 2026–2027.

Nungky berharap seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, memperluas jejaring antarsekolah, sekaligus memperkuat komitmen sebagai relawan kemanusiaan.

“Jangan hanya pulang membawa sertifikat, tetapi bawalah semangat baru, karakter yang lebih kuat, keterampilan yang lebih baik, dan komitmen yang lebih besar untuk mengabdi kepada sesama,” ujarnya. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-07 at 16.07
253 Anggota PMR SMP dan SMA se-Banyumas Ikuti YVLC VII di Baturraden
dilarang2
Ombudsman Jateng Tegaskan Larangan Penjualan Seragam Sekolah
FAUZI PAKAIAN JAWA
Refleksi Sekolah Menyikapi Arus Budaya LGBTQ di Tengah Tumbuh Kembang Remaja
WhatsApp Image 2026-07-07 at 14.31
Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda Diusulkan Jadi Cagar Budaya
WhatsApp Image 2026-07-07 at 15.16
Pengguna QRIS di Banyumas Raya Tembus 705.885 Pelaku Usaha