Satu Suro, Ekspedisi Babad Banjarnegara Mulai Syuting

Bagikan :

*Dua Makam Bersejarah Jadi Lokasi Perdana

Tim Ekspedisi Dokumenter Babad Banjarnegara tengah melakukan pengambilan gambar di depan Makam Joko Kaiman atau Adipati Mrapat, Dawuhan, Banyumas.

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Bertepatan 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah/Selasa (16/6/2026), Tim Ekspedisi Fim Dokumenter Jelajah Babad Banjarnegara memulai syuting perdana. Dua makam penting Banyumas Raya menjadi lokasi awal. Keduanya ialah makam Wargo Hutomo di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara dan makam Jaka Kaiman di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Produser sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara, Heni Purwono, mengatakan, film dokumenter yang kini sedang dalam tahap proses produksi itu, dapat menjawab kebingungan masyarakat mengenai perubahan Hari Jadi Banjarnegara dari 22 Agustus 1831 menjadi 26 Februari 1571.

Film ini diharapkan menghadirkan narasi sejarah berdasarkan riset mendalam. “Sejarah harus mudah dipahami masyarakat,” ujar Heni Purwono kepada EDUKATOR.

Pada syuting perdana, tim disambut juru kunci Muhamad Irsyad di Klampok. Di Dawuhan, juru kunci Sarikin dan budayawan Banyumas  Nassirun Wijaya menyambut tim dengan hangat.

Budayawan Banyumas Nassirun Wijaya sedang diwawancari tim ekspedisi.

Tim ekspedisi terdiri dari produser dan narasumber yang juga Ketua TACB Banjarnegara Heni Purwono, sutradara Aziz Arifianto (Direktur Art Film Pictures) dan crew terdiri dari Yogi Ariyanto (Director of Photography dan editor), Solikhin dan Fikri.

Pengambilan gambar di makam Wargo Hutomo masih terbatas. Tim hanya melakukan survei dan stok gambar. Suara hajatan warga mengganggu kualitas audio.

Sebaliknya, syuting di makam Jaka Kaiman berlangsung lebih optimal. Tim memperoleh banyak informasi sejarah sekaligus gambar pendukung.

Nassirun Wijaya menantang tim menemukan makam Wirayudha. Tokoh tersebut diyakini sebagai Bupati Banjar Petambakan pertama.

Ia berharap seluruh tokoh penting Banjarnegara hadir dalam dokumenter. Masyarakat pun dapat mengenali leluhur melalui visualisasi sejarah.

Angkat Sejarah dan Potensi Lokal
Sutradara Aziz Arifianto memastikan tim menghadirkan karya terbaik. Film akan menampilkan lokasi bersejarah di berbagai wilayah Banjarnegara.

“Kami siapkan karya monumental,” kata Aziz.

Menurutnya, seluruh proses produksi mengoptimalkan talenta lokal Banjarnegara. Proyek tersebut telah direncanakan sejak tahun lalu, dan baru direalisasikan pada 2026.

Seperti diketahui, untuk menjawab kebingungan masyarakat terkait perubahan Hari Jadi Banjarnegara dari 22 Agustus 1831 menjadi 26 Februari 1571, pembuatan film dokumenter Sejarah Hari Jadi Banjarnegara resmi dimulai. Pelepasan ekspedisi tim produksi film tersebut dilakukan Ketua DPRD Banjarnegara Slamet dan Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Agus Junaidi di Gedung DPRD Banjarnegara, Rabu (10/6/2026).

Film yang ditargetkan selesai pada 2027 mendatang itu, akan ditayangkan melalui nonton bareng (nobar) serentak saat peringatan Hari Jadi ke-456 Banjarnegara, dan diharapkan mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). (Iko/Prs)

 

 

BERITA TERKINI

FAUZI MERAH
Sekolah Empati di Trotoar: Mengajarkan Murid Melihat Martabat di Balik Pedagang Eceran
FULAD6
Kesepakatan AS-Iran di Ujung Tanduk: Pelajaran dari Pengalaman Militer PBB di Lebanon
WhatsApp Image 2026-06-17 at 16.10
Tel-U Hidupkan Kembali Purwokerto City Run 2026
WhatsApp Image 2026-06-17 at 07.22
Satu Suro, Ekspedisi Babad Banjarnegara Mulai Syuting
WhatsApp Image 2026-06-16 at 17.17
SMPN 1 Wanadadi Juarai LCCM Banjarnegara 2026